KUNINGAN (MASS) – Hasil survei Jamparing Research, kinerja Pemerintah Kabupaten Kuningan dibawah pimpinan Dian-Tuti, menunjukkan sebanyak 88,84% responden memberikan penilaian positif dengan skor antara 6 hingga 10. Dengan melibatkan 1.200 responden dari 32 kecamatan, survei dilakukan menggunakan metode Multistage Random Sampling untuk menjamin akurasi hasil.
Direktur Jamparing Research, Topic Offirston M Pd MSi menyampaikan hasil survei menunjukkan sebanyak 88,84% responden memberikan penilaian positif dengan skor antara 6 hingga 10.
“Hal ini menunjukkan mayoritas masyarakat Kuningan merasa puas dan memiliki persepsi yang baik terhadap kinerja pemerintah dalam tahun pertama masa jabatan Bupati,” tuturnya saat disampaikan dalam press release di RM Cibentang, Kramatmulya pada Minggu (15/2/2026).
Namun, meskipun angka positif ini cukup tinggi, ada beberapa keluhan yang disampaikan oleh responden. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah perbaikan jalan yang belum merata, khususnya hingga ke pelosok desa. Sebanyak 48,5% responden mengungkapkan ini sebagai alasan mereka memberikan nilai rendah, menyoroti pentingnya infrastruktur dalam penilaian kinerja pemerintah.
“Beberapa keluhan memang yang terbanyak itu ada pada sektor perbaikan infrastruktur jalan yang belum merata, sehingga dari masyarakat yang menilai rendah tersebut ada 48,5% mengeluh,” tambahnya.
Tantangan lainnya yang muncul adalah kekhawatiran tentang sulitnya lapangan kerja, yang diungkapkan oleh 19,4% responden. Keinginan masyarakat untuk lebih banyak tersedia kesempatan kerja menandakan harapan akan adanya peningkatan pada sektor ekonomi.
“Kesulitan lapangan kerja berada di urutan kedua terbanyak yang menjadi alasan masyarakat memberikan penilaian rendah,” tandasnya.
Masalah layanan kesehatan juga diangkat, di mana 13,4% responden merasa prosesnya masih terlalu rumit. Selain itu, angka pencurian kendaraan bermotor yang meningkat menjadi isu keamanan, yang mengganggu kenyamanan warga, diungkapkan oleh 9% responden.
“13,4% mengeluhkan juga masalah layanan kesehatan dan isu pencurian kendaraan bermotor sebanyak 9% warga yang menilai rendah,” paparnya.
Survei ini dilaksanakan dari tanggal 8 hingga 12 Februari 2026, dengan melibatkan 100 surveyor yang melakukan wawancara tatap muka.
“Metodologi pengambilan sampel yang proporsional memastikan suara dari seluruh lapisan masyarakat di Kuningan tersampaikan dalam hasil survei ini,” pungkasnya. (raqib)








