Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Ketika Alam Membalas: Longsor Cilengkrang dan Ancaman dari Lereng Gunung Ciremai

KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan adalah salah satu kabupaten yang memiliki pesona alam yang banyak menyuguhkan keindahan alam dan menjadi tempat tujuan wisatawan untuk melakukan liburan dengan menikmati keindahan alam yang ada di Kabupaten Kuningan. Dengan adanya kekayaan alam yang indah di kuningan menandakan bahwa kuningan masih memiliki alam yang asri.

Belakangan ini, Kabupaten Kuningan yang dikenal dengan keindahan alamnya mengalami beberapa bencana alam, terkhusus bencana alam tanah longsor. Becana tanah longsor ini terjadi seiring dengan peningkatan curah hujan yang mengguyur Kabupaten Kuningan akhir-akhir ini. Terjadinya tanah longsor juga bukan hanya disebabkan faktor curah hujan yang terus mengguyur kuningan. Akan tetapi, ada beberapa faktor penyebab terjadinya longsor yakni terjadinya erosi, gempa bumi, letusan gunung berapi, hingga disebabkan oleh aktivitas manusia

Salah satu yang cukup menjadi sorotan mengenai bencana tanah longsor di Kabupaten Kuningan yakni longsor yang terjadi di jalur menuju wisata Lembah Cilengkrang. Mengingat wisata Lembah Cilengkrang adalah sebuah wisata alam yang ada di lereng kaki Gunung Ciremai yang menyuguhkan keindahan alamnya. Akan tetapi ironinya, pada tanggal 14 Mei 2025 terjadi bencana longsor yang menyebabkan aliran air warga sempat menjadi keruh sempat memutus jalur.

Dalam terjadinya bencana alam tanah longsor selain dari faktor alam, faktor yang menjadi sorotan belakangan ini yakni mengenai masifnya pembangunan yang ada di Kawasan lereng Gunung Ciremai. Dikarenakan aktivitas pembangunan yang massif ini menghasilkan aktivitas manusia yang meningkat sehingga terjadinya peneyerapan air yang meningkat pula, hal ini dapat merusak penyangga alami tanah sehingga membuat tanah lebih mudah bergerak dan bergeser. Apabila Pembangunan tidak direncanakan dengan baik dan tidak memperhatikan aspek ekologis, pembangunan justru menjadi penyebab bencana.

Seiring dengan hal tersebut, dengan terjadinya bencana alam di kawasan jalur wisata Lembah Cilengkrang, dapat kita lihat di bagian arah atas lokasi longsor terdapat salah satu bangunan restoran yang juga menjadi objek wisata dengan menyuguhkan keindahan alam di Kabupaten Kuningan, yakni Restoran Arunika Eatri. Salah satu isu yang sedang ramai diperbincangkan adalah mengenai adanya temuan hasil limbah air yang berada di arah atas lokasi longsor, bertepat sebelah selatan Restoran Arunika yang dimana limbah tersebut diindikasikan bersumber dari Restoran Arunika yang belum memiliki sistem drainase yang baik, sehingga limbah air tersebut tidak dikelaola dengan baik dan justru dibuang begitu saja ke alam.

Sangat disayangkan sekali, padahal Restoran Arunika yang menjadi salah satu daya tarik untuk  berwisata ke Kabupaten Kuning ini belum dapat mengelola limbahnya dengan baik, padahal lokasinya yang berasa di lereng kaki Gunung Ciremai ini justru harusnya memiliki perhatian lebih untuk tetap menjaga lingkungan. Terlebih pemilik Restoran Arunika ini juga merupakan Anggota DPR RI Komisi XII yang memang memiliki lokus fokus kinerja pada lingkungan.

Terlebih yang menjadi kekhawatiran mengenai limbah air ini justru mencemari kualitas mata air di lereng kaki Gunung Cerimai yang dimana air ini menjadi sumber kehidupan bagi ribuan bahkan jutaan manusia yang hidup di bawah lereng kaki Gunung Ciremai. Menurut undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, dimana air bersifat rescomun (kebermanfaatan bersama/umum), sehingga hak katas air adalah hak hidup bagi seluruh manusia, maka daripada itu, terindikasi bahwa kejahatan terhadap air adalah kejahatan terhadap seluruh makhluk hidup.

Dengan demikian, adanya temuan limbah air tersebut bukan hanya dapat menyebabkan terjadinya bencana alam tetapi juga dapat menyebabkan bencana kehidupan. Hal ini mengingatkan kita semua bahwa pentingnya bagi setiap bangunan yang berada di kawasan lereng kaki Gunung Ciremai yang setiap harinya terdapat aktifitas komersil perlu memperhatikan pengelolan limbah, baik sistem drainase untuk mengelola limbah air ataupun sistem pengelolaan limbah lainnya. Dengan sistem pengolahan limbah yang baik dan perencanaan lingkungan yang matang sehingga semua limbah yang dihasilkan dari aktifitas tersebut tidak menghasilkan efek negatif terhadap lingkungan. Agar alam yang terjaga baik dapat terus dinikmati, Karena seluruh kekayaan alam air, tanah dan udara merupakan titipan dari generasi yang akan datang untuk dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

Oleh: Ayip Saripudin Nugraha (Sekretaris DPK GMNI Universitas Muhammadiyah Kuningan Merdeka)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Libur Natal dan Tahun Baru 2026, terhitung dari 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 menjadi momen penting bagi sektor pariwisata...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Dalam lanjutan Liga Foundation tahun 2026, SMKN 5 Kuningan tak hanya menang fisik namun menunjukan skilnya dan berhasil taklukan SMAN 1...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Meski rada ketinggalan, ribuan siswa di Kecamatan Hantara nampaknya dalam waktu dekat bisa segera merasakan MBG (Makan Bergizi Gratis). Hal itu...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Kuningan telah berjalan sejak tahun 2017 dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selama pendataan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Turunnya KDM ke Kuningan berefek jangka panjang. Berawal dari kisruh pemanfaatan air, kini malah merembet ke wacana geothermal di kawasan Ciremai...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE, mengaku tidak tahu soal adanya Surat Peringatan (SP) ke-3 dari Balai Besar Wilayah Sungai...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur yang menggantungkan hidup pada tambang batu tradisional, dibuat kelimpungan saat tiba-tiba muncul peringatan untuk berhenti aktivitas....

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Siswa SMK Muhammadiyah, SMK Karnas dan SMKN 3 Kuningan yang harusnya pulang ke rumah, justru dilaporkan masuk IGD RS Sekar Kamulyan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Kegiatan Bakti Sosial ADISI (Aksi Mengabadi dengan Penuh Dedikasi ) 2026 Desa Kertawana Kecamatan kalimanggis yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tahun 2025 beberapa target pendapatan daerah Kabupaten Kuningan tidak tercapai 100% dan hanya terpenuhi sekitar 87%. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar kembali menggelar kegiatan verifikasi penugasan dan alih tugas guru...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik pengelolaan air PAM Kuningan – Cikalahang, terus melebar. Bahkan, polemik yang semakin luas -termasuk pertanyaan DPRD soal BOP itu- bermuara...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Terpilih sebagai Duta Siswa Utama, Ayunda Zesika Putri yang masih berusia 18 tahun yang saat ini duduk di kelas 12 jurusan...

Olahraga

BANDUNG (MASS) – Sah! Persib Bandung baru saja mengumumkan kedatangan pemain anyar, Layvin Kurzawa, yang bermain di posisi bek kiri dan gelandang kiri. Kurzawa...

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Kondisi Gedung Kesenian Raksawacana Kabupaten Kuningan yang tampak kurang terurus menjadi perhatian masyarakat khususnya para seniman. Menindaklanjuti pernyataan Bupati Kuningan terkait...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan untuk bulan Ramadhan 2026 masih menunggu arahan resmi dari pusat. Pasalnya, selama bulan...

Inspirasi

KUNINGAN (MASS) – “Mengukir Prestasi Mendobrak Batas Stigma, Menuju Indonesia Emas” sebuah tema yang digagas oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni)...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Kegitan unik dan tak biasa digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat. Dimana PSI melakukan aksi sosial...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuningan, Drs Laksono Dwi Putranto MSI mengungkapkan terdapat tiga sumber pendapatan yang berdasarkan persentase yang...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Kodim 0615/Kuningan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H/2026 M, Senin (26/1/2026). Kegiatan penuh berkah tersebut dilaksanakan di...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Prosedur dan syarat mengajukan pembuatan sertifikat tanah program PTSL. Kemudian masyarakat juga harus menyiapkan KTP dan KK, dan tentunya memastikan bidang...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kuningan yang rencananya akan digelar Kamis 29 Januari 2026 mendatang,...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kuningan Periode 2026–2031, U Kusmana S Sos M Si yang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pemanggilan Direktur PDAM Kuningan, Ukas Suharfaputra, yang dikabarkan Selasa (27/1/2026), nampaknya mengalami penundaan. Ini setelah empat pimpinan dewan menggelar rapat pimpinan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Abdul Malik Fadjar (AMF) bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) Komisariat AMF resmi melaksanakan pelantikan pengurus periode 2026....