KUNINGAN (MASS) – Kawasan timur dan selatan Kabupaten Kuningan direncanakan menjadi motor baru pengembangan pariwisata. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerataan destinasi wisata, mengingat kawasan barat dan utara dinilai sudah terlalu padat.
Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, mengatakan selama ini pengembangan sektor pariwisata masih terkonsentrasi di wilayah utara dan barat. Ke depan, pemerintah akan mendorong pengembangan destinasi di wilayah timur seiring peningkatan infrastruktur.
“Jadi salah satunya kita coba ke depan, karena hari ini kita mengakui orientasi wisata terlalu banyak di wilayah utara dan barat. Kita coba kembangkan ke wilayah timur seiring dengan perbaikan infrastruktur. Nanti wilayah timur, daerah Cibingbin dan sekitarnya akan berkembang dengan dibukanya Waduk Kuningan,” ujar Bupati usai panen raya buah naga kuning di Sangkanika, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, wilayah timur memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik dibandingkan kawasan lain di Kabupaten Kuningan. Selain Waduk (Bendungan) Kuningan, kawasan tersebut juga memiliki pemandian air panas yang hingga kini belum dikembangkan secara maksimal.
“Tempatnya juga tidak kalah indah dari Waduk Darma. Ada juga pemandian air panas di daerah Cibingbin. Ini memang belum tergerak dengan baik, menjadi pekerjaan rumah bagi dinas terkait untuk mengembangkan pariwisata secara proporsional dan merata, tidak hanya di wilayah barat saja,” katanya.
Dian menilai kawasan wisata di wilayah barat kini mulai mendekati batas daya tampung sehingga perlu adanya pemerataan pengembangan destinasi.
“Saya kira wilayah barat terlalu penuh, sudah menjelang crowded. Kita coba kembangkan ke wilayah selatan. Di Subang ada Lawang Angin, ada pemandian air panas, kemudian di wilayah timur ada Waduk Kuningan dan pemandian air panas. Kenapa tidak kita kembangkan secara simultan dengan daerah utara, timur, dan selatan,” ucapnya.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan wisata di luar wilayah barat juga penting untuk menjaga daya dukung lingkungan.
“Saya tidak ingin pariwisata hanya berfokus di wilayah barat karena sudah menjelang crowded. Daya lahan, daya tampung, dan daya dukung lingkungan juga tidak akan mencukupi apabila wisata terus dikembangkan di wilayah barat. Saya ingin ada pemerataan pengembangan wisata di wilayah selatan dan timur karena potensinya sangat menarik,” tegasnya.
Selain pemerataan, Dian juga mengingatkan agar setiap pengembangan destinasi wisata tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya menyampaikan kepada SKPD terkait bahwa pengembangan wisata harus betul-betul berbasis lingkungan dan mempertahankan kelestarian lingkungan. Seperti di Sangkanika, ada perpaduan antara kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata karena keduanya saling melengkapi,” pungkasnya. (didin)