Kajian Berbayar Ratusan Ribu, Warga Se-Wilayah Ciayumajakuning Padati Event ‘Menata Hati’ di Cirebon

CIREBON (MASS) –  Rogoh kopek hingga ratusan ribu, warga terpantau memadati Ballroom Swiss-Belhotel untuk mengikuti event tahunan bertajuk “Menata Hati” pada Minggu (12/4/2026). Antusiasme masyarakat yang begitu besar membuat lokasi acara menjadi riuh sesak oleh peserta yang datang dari berbagai pelosok daerah demi mendapatkan pencerahan dan ketenangan batin.

Sejak pukul 7 pagi antrean warga sudah mulai terlihat mengular di area registrasi. Tidak hanya datang dari Kota Cirebon, peserta yang hadir ternyata berasal dari wilayah tetangga yang cukup jauh. Berdasarkan pantauan, banyak warga dari Brebes, Kuningan, Indramayu, hingga Majalengka yang rela menempuh perjalanan jauh demi hadir di acara ini.

Event tahunan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Langkah ini diambil panitia untuk mengakomodasi membludaknya jumlah pendaftar. Tercatat, rata-rata pengunjung di setiap sesinya mencapai sekitar 2.500 orang, sehingga jika ditotal, ada sekitar 5.000 orang yang memadati hotel tersebut sepanjang hari.

Kepadatan tidak hanya terlihat di barisan kursi reguler, tetapi juga di area VIP dan VVIP. Menariknya, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran banyak influencer ternama yang ikut membaur bersama peserta lainnya. Kehadiran para tokoh media sosial ini menambah daya tarik tersendiri dan membuat suasana semakin semarak.

Meskipun para peserta harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan tiket masuk, hal tersebut tidak menyurutkan niat mereka. Bagi banyak orang, biaya tersebut sebanding dengan ilmu, ketenangan, dan pengalaman spiritual yang didapatkan selama mengikuti rangkaian kajian “Menata Hati”.

Panitia penyelenggara terlihat bekerja ekstra keras untuk mengatur alur masuk dan keluar peserta di setiap pergantian sesi. Koordinasi yang ketat dilakukan agar acara tetap berjalan kondusif dan nyaman bagi para peserta, mengingat jumlah kehadiran yang sangat fantastis dan melebihi kapasitas biasanya.

Salah seorang peserta asal Kuningan Dina mengaku antre berjamjam dan Desa desakan untuk bisa masuk. 

“Walaupun harus berdesak-desakan tadi sama yang lain, dan bayar lumayan 130 ribuan tapi ya semoga berkah aja,” tuturnya. (raqib)