KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui sosok Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd., Kepala SLBN Taruna Mandiri, yang berhasil meraih Juara 2 Nasional pada ajang Anugerah GTK Hebat 2025 untuk kategori Kepala SLB Dedikatif. Ajang bergengsi bertema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” itu menjadi momentum penting bagi para pendidik berprestasi dari seluruh Indonesia.
Perjalanan Kokoy menuju panggung nasional dimulai dari seleksi Provinsi Jawa Barat. Ia bersaing dengan 13 kandidat lain dari berbagai daerah dan berhasil meraih Juara 1 Kepala SLB Dedikatif Jawa Barat. Keberhasilan tersebut membuatnya menjadi satu-satunya wakil Jawa Barat yang melaju ke tingkat nasional.
“Menjadi wakil Jawa Barat adalah amanah besar yang saya emban dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Pada Rabu (26/11/2025), Kokoy mengikuti presentasi dan wawancara mendalam. Ia memaparkan inovasi sekolah melalui program Penguatan SLB Vokasional melalui Program Taruna Nagara (Ngahiji, Ngabakti, Ngajadi, Raharja).
“Program ini kami rancang untuk membentuk peserta didik yang mandiri, kreatif, dan produktif. Saya ingin mereka memiliki identitas diri yang kuat, tidak hanya keterampilan,” katanya.
Keberhasilan Kokoy semakin bermakna karena ia merupakan kepala sekolah dengan disabilitas netra yang mampu bersaing dengan para kepala sekolah non-disabilitas dari seluruh Indonesia. Prestasinya menunjukkan kondisi fisik tidak menjadi batas bagi kompetensi dan kinerja profesional.
“Disabilitas bukan hambatan untuk berkarya dan berprestasi,” tutur Kokoy.
Puncak acara berlangsung pada Kamis (27/11/2025) di Istora Senayan, Jakarta. Dalam acara yang disiarkan langsung oleh TV One, INewsTV, dan YouTube Ditjen Kemdikdasmen, Kokoy diumumkan sebagai Juara 2 Nasional Kepala SLB Dedikatif.
Ia juga mendapat kehormatan duduk sejajar dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan menerima Lencana Kehormatan Presiden, yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Saya persembahkan prestasi ini untuk siswa-siswi berkebutuhan khusus dan para guru yang tidak pernah berhenti mendukung saya,” ucap Kokoy.
Sebagai bentuk dedikasi terhadap penguatan vokasional, Kokoy turut menyerahkan Batik Muning Cerme, karya siswa tunarungu SLBN Taruna Mandiri, kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Abdul Mu’ti. Batik tersebut menjadi representasi kreativitas dan kompetensi vokasional siswa.
SLBN Taruna Mandiri berkembang pesat di bawah kepemimpinan Kokoy. Ia membangun budaya pembelajaran inklusif melalui:
- penguatan vokasional yang terstruktur,
- program kemandirian berbasis komunitas,
- peningkatan kapasitas guru,
- pusat intervensi awal,
- kolaborasi aktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas disabilitas.
Pihak sekolah juga menjalin kerja sama internasional, termasuk dengan Prof. Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine, Jepang, serta kedatangan Ukai Saito Sensei, CEO Tasuc Corporation, yang tertarik dengan program vokasional sekolah.
“Saya percaya bahwa SLB harus menjadi ruang yang adaptif, kreatif, dan mampu membuka jalan masa depan bagi setiap anak,” ungkap Kokoy..
Prestasi Kokoy menjadi bukti semangat, keyakinan, dan inovasi mampu menembus segala keterbatasan. Ia menunjukkan bahwa pendidikan SLB merupakan bagian penting dari kemajuan pendidikan nasional.
“Saya hanya ingin membuktikan bahwa guru hebat bisa lahir dari mana saja, termasuk dari sekolah luar biasa,” pungkasnya.
























