Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Aksi massa di Desa Cihideung Hilir Kecamatan Cidahu. (Foto: raqib)

Desa

Jika Pemdes Lumpuh, Warga Tak Bisa Dapat Layanan Kependudukan, Pengantar Nikah, Hingga Balik Nama Tanah

KUNINGAN (MASS) – Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kuningan mengamini adanya kekhawatiran pelayanan terhenti jika terjadi pengunduran massal perangkat desa, seperti yang ada di Desa Cihideunghilir Kecamatan Cidahu.

“Kalau sampe pengunduran diri masal (sampai terjadi) maka kami kwatir dampaknya. Dan mohon dikaji ulang kembali dengan bijak sesuai mekanisme aturan yang beralaku. Karena seseorang dinyatakan salah atau benar itu melalui proses penyelidikan penyidikan dll dan diputuskan oleh pengadilan,” kata Ade Sudiman, Kamis (8/1/2026) kemarin.

Ia mengaku, pihaknya di PPDI sangat prihatin dan mendoakan ada jalan terbaik kedepan untuk kemajuan roda pemerintah desa. Ia mengamini, pngunduran diri masal ini akan berakibat roda pemerintahan desa lumpuh.

Ia kemudian merinci pelayanan apa saja yang tidak bisa diakses masyarakat, jika tiba-tiba tidak ada Kuwu atau perangkat satupun di sebuah desa.

Advertisement. Scroll to continue reading.
  1. Kelumpuhan Administrasi: Seluruh kegiatan administrasi desa, seperti pengurusan surat-surat kependudukan, pencatatan sipil, dan layanan dasar lainnya, akan terhenti karena tidak ada pejabat yang berwenang melaksanakannya.

Pelayanan dasar lainnya ini cakupannya luas. Mulai dari pengantar nikah, surat keterangan tidak mampu (misal keperluan beasiswa), SKU (Surat Keterangan Usaha), sampai urusan pertanahan.

“Apalagi khusus untuk pertanahan, mutasi balik nama dll harus kepala desa definitif,” ujar Ade Sudiman, membenarkan.

  1. Penghentian Program dan Anggaran: Pelaksanaan program kerja desa, termasuk pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa), akan mandek, yang berdampak langsung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
  2. Kekosongan Kepemimpinan: Rantai komando dan pengambilan keputusan di tingkat desa terputus, menyebabkan kevakuman kepemimpinan lokal.

Ia menegaskan, pengunduran diri perangkat desa baik secara individu maupun massal, harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku, yang diatur dalam Permendagri No. 67 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri No 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Kemudian harus mengikuti prosedur hukum Perbup Nomor 31 Tahun 2024 tentang Manajemen Perangkat Desa (pengangkatan, pemberhentian, administrasi) yang berlaku di Kuningan.

“Kami hanya berharap adanya solusi terbaik dan diselesaikan secara musyawarah agar tidak terjadi lumpuhnya roda pemerintahan. Kaitan dengan adanya dugaan penyelewengan dana, kita serahkan kepada Aparat Penegak Hukum, akan tetapi roda pemerintahan harus tetap berjalan,” pesannya. (eki)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kuningan angkat bicara perihal skema rekrutmen “relawan” dalam Program Makan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Per akhir tahun 2025 kemarin, ada 40 organisasi kepemudaan yang aktif, dengan anggota berusia antara 16 hingga 30 tahun. Jumlah anggota...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Disebut-sebut aebagai yang paling diberi fasilitas oleh Waduk Darma sehingga menimbulkan gejolak diantara desa penyangga, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat tenang...

Regional

KUNINGAN (MASS) – Manajer Waduk Darma Fivih Handayani selaku perpanjangan tangan dari PT Jaswita, badan usaha milik Pemprov Jawa Barat, mengaku berterima kasih dan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan mahasiswa menyambut bulan suci Ramadhan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Al-Ihya Kuningan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diwarnai dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nalar kritis di tengah...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Natia, mahasiswi jurusan Akuntansi Syariah di UIN Syekh Nurjati Cirebon, baru-baru ini mendapatkan menyabet gelar Duta Baca Favorit Kabupaten Kuningan tahun...

Religi

KUNINGAN (MASS) –  Umat Muslim di Kabupaten Kuningan mulai mempersiapkan diri menyambut pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dengan memperhatikan jadwal imsak dan waktu berbuka puasa...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Menanggapi polemik rencana pembangunan tower di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, pihak kontraktor memberikan klarifikasi atas sejumlah tudingan yang beredar...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Program-program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan selama satu tahun kepemimpinannya, dinilai cenderung positif oleh masyarakat. Setidaknya hal itulah yang dikatakan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Perkumpulan AKAR menggelar aksi solidaritas di Taman Dahlia, depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (18/2/2026) sore ini. Aksi itu diikuti komunitas penggiat...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Masyarakat sekitar pembangunan tower di Desa Bojong Kecamatan Kecamatan Cilimus memilih mendatangi balai desa pada Rabu (18/02/2026) pagi ini. Mereka datang...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Ribuan warga mengikuti pawai obor dan lampion dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (16/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Zona tradisional di Taman Nasional yang perlu kita ketahui yaitu area yang dialokasikan khusus bagi masyarakat adat atau lokal untuk memanfaatkan...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026. Penetapan tersebut disampaikan oleh Menteri...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Enam kader Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Kuningan resmi lulus sebagai Duta Baca Kabupaten Kuningan. Keberhasilan ini menjadi kabar membanggakan sekaligus...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Adalah Ayep Setiawan SIP, sosok yang kini menahkodai DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kabupaten Kuningan. Lelaki yang juga dikenal dengan...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pondok Pesantren menyelenggarakan Pawai Tarhib Ramadhan pada Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Seperti dikupas di beberapa tulisan lalu bahwa kolam Cigugur memiliki ikan yang cerdas selain langka dan endemik hanya ada di sekitar...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan secara resmi menghentikan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Yayasan Al-Imam menggelar kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan yang diikuti oleh seluruh...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Meski masih tersisa benerapa bulan, kepengurusan KNPI Kabupaten Kuningan dibawah nahkoda Ahmad Jayadi akhirnya menggelar Musda XVII, Senin (16/2/2026). Dalam kegiatan...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Pasca wawancara dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM),Ketua Panitia Seleksi Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kuningan Periode 2026–2031, akhirnya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar M Si, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi kemacetan yang sering terjadi di jalan depan Yogya, terutama...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan menggagas Gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) dan Shalat Subuh Berjamaah menjelang bulan Ramadhan. Inisiasi tersebut, diapresiasi...