Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Awang Dadang Hermawan, Pemerhati Intelijen, Sosial Politik dan SARA.

Netizen Mass

Jika Malaikat Turun di Setiap Lailatul Qadar untuk Mengatur Semua Urusan, Mengapa Urusan Dunia Semakin Kacau?

Bismillah

KUNINGAN (MASS) – Bahwa sesungguhnya : Dunia hari ini bagai lukisan abstrak yang dipenuhi coretan-coretan darah, air mata, dan mendekati kehancuran.

Di Gaza, genosida sistematis yang dilakukan rezim penjajah zionis Israel, telah merenggut ribuan nyawa sipil, yang terus berlanjut hingga bulan suci ini. Dampak keangkuhan dan kebiadaban Amerika Serikat dan Zionis Israel dalam konteks Iran di bulan Ramadhan ini, bisa berlanjut kearah perang Dunia III dan hadirnya ketidak adilan ekonomi dan kerusakan lingkungan, sangat menghantui umat manusia di segala penjuru dunia.

Di tengah semua ini, keyakinan umat Islam menegaskan bahwa pada Lailatul Qadar, para Malaikat turun dengan izin Allah untuk “mengatur segala urusan” (QS. Al-Qadr: 4). 

Jika ada intervensi Ilahi, mengapa kezaliman seperti di Gaza masih terjadi?

Artikel ini berusaha mencari jawaban teologis dengan mengajak pembaca menyelami makna terdalam dari takdir, ujian, dan peran manusia dalam narasi kosmik yang dirancang Allah. 

Memahami Lailatul Qadar: Antara Takdir dan Tanggung Jawab Manusia

Advertisement. Scroll to continue reading.

Lailatul Qadar adalah malam ketika langit menyentuh bumi, saat Allah menetapkan takdir tahunan melalui Malaikat-Nya. Namun, takdir bukanlah skenario kaku yang menghapus kebebasan manusia.

Dalam Teologi Islam, ikhtiar (usaha) adalah kunci yang memisahkan manusia dari robot. Allah berfirman: 

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan ukuran.” (QS. Al-Qamar: 49). 

Artinya, Allah menetapkan hukum alam dan moral, tetapi manusia bebas memilih: mematuhi atau melanggarnya.

Persoalan Iran, Gaza, disebabkan kebiadaban Amerika Serikat & Israel: adalah bukti tragis dari pilihan kedua, penyalahgunaan kebebasan oleh rezim yang menganggap diri mereka “tuhan kecil” yang berusaha untuk mengatasi Hukum Ilahi. 

Genosida Gaza: Cermin Pertarungan Kosmik dalam Narasi Akhir Zaman

1. Gaza dalam Bingkai Eskatologi

Advertisement. Scroll to continue reading.

Syekh Imran Hosein dalam “Jerusalem in the Qur’an” (2002) menegaskan bahwa konflik Palestina-Israel adalah episode dari drama kosmik yang telah diisyaratkan Al-Qur’an.

Dalam QS. Al-Isra’: 4-8, Allah mengizinkan Bani Israel berkuasa di tanah suci, tetapi juga memperingatkan kehancuran mereka jika berbuat kerusakan.

Pendudukan Zionis atas Palestina adalah manifestasi ideologi Dajjal, sistem global yang memuja materialisme, rasialisme, dan kekerasan. 

Genosida Gaza bukan sekadar konflik politik, melainkan pertarungan antara dua paradigma: 

– Haqq: Keadilan, ketakwaan, dan kesetaraan yang diajarkan Islam. 

– Batil: Penindasan, keserakahan, dan dehumanisasi yang diusung rezim penjajah. 

2. Ujian Keimanan

Advertisement. Scroll to continue reading.

Allah berfirman:  “Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan mengatakan ‘Kami beriman’ tanpa diuji?” (QS. Al-Ankabut: 2). 

Penderitaan Gaza adalah ujian bagi tiga pihak: 

1. Umat Islam: Apakah mereka akan diam atau bangkit membela saudaranya? 

2. Pelaku Kezaliman: Apakah mereka sadar bahwa kekuasaan mereka hanyalah ilusi sementara? 

3. Dunia Internasional: Apakah sistem hukum modern benar-benar adil, atau hanya topeng kepentingan politik? 

Ayat AL-Qur’an di atas menegaskan, bahwa Dia memberi waktu kepada kezaliman untuk memperlihatkan wajah aslinya, sebelum dihancurkan secara definitif.

Faktor Kekacauan Global: Pelajaran dari Gaza, Iran

Advertisement. Scroll to continue reading.

1. Ambisi Kekuasaan dan Kegagalan Sistem Manusia

Rezim Zionis Israel adalah contoh nyata bagaimana kekuasaan yang lepas dari nilai ketuhanan melahirkan monster.

Data PBB (2023) menunjukkan 70% korban di Gaza adalah wanita dan anak-anak; bukti bahwa apartheid Israel adalah sistem yang secara struktural membunuh masa depan. 

Kekacauan ini adalah buah dari sistem dunia yang mengagungkan kapitalisme dan militerisme.

Dalam QS. Ar-Rum: 41, Allah mengingatkan: 

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia, agar Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka…”

2. Ketimpangan Ekonomi: Wajah Global yang Terlupakan

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara Gaza hancur oleh bom, 1% populasi global menguasai 43% kekayaan dunia (Oxfam, 2024). Kapitalisme neoliberal menciptakan jurang antara Global North dan South.

Dalam QS. Al-Hasyr: 7, Allah melarang perputaran harta “hanya di antara orang kaya saja.” Namun, oligarki modern justru memprivatisasi sumber daya alam Afrika dan Asia, meninggalkan rakyatnya dalam kemiskinan sistematis. 

3. Penindasan Politik: Dari Myanmar hingga Kongo

Genosida Rohingya, perang sipil Sudan, dan eksploitasi mineral di Kongo mencerminkan wajah kekuasaan yang korup.

Nabi ﷺ bersabda: “Pemimpin yang menipu rakyat adalah penghuni neraka” (HR. Bukhari).

Rezim-rezim otoriter ini bertahan karena dukungan negara adidaya yang menjadikan krisis sebagai bisnis senjata. 

4. Degradasi Moral dan Kerusakan Nilai Budaya

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dehumanisasi warga Palestina melalui label “teroris” adalah bagian dari erosi moral global. Kapitalisme budaya melalui media massa dan algoritma telah menggantikan nilai-nilai ketuhanan dengan konsumerisme, hedonisme, dan individualisme.

Allah berfirman: 

“Kamu pasti akan diuji pada harta dan dirimu.” (QS. Ali Imran: 186). 

Imperialisme tidak hanya merampas tanah, tetapi juga identitas. Di Palestina, Israel menghancurkan situs sejarah Islam; di Afrika, bahasa dan tradisi lokal punah akibat westernisasi.

QS. Ar-Rum: 22 mengingatkan: 

“Perbedaan bahasa dan warna kulit adalah tanda kebesaran-Nya”, tetapi sistem dunia justeru memaksa keseragaman atas nama “modernisasi.”

Peran Lailatul Qadar: Antara Mukjizat dan Usaha Manusia

Advertisement. Scroll to continue reading.

1. Malaikat dan Revolusi Spiritual

Turunnya Malaikat pada Lailatul Qadar bukanlah intervensi fisik, melainkan energi spiritual yang menguatkan hati orang-orang beriman. Doa-doa yang dipanjatkan pada malam ini adalah “senjata rahasia” melawan kezaliman, seperti doa Nabi Musa: 

“Ya Tuhan kami, hancurkanlah harta dan kekuatan mereka, dan keraskanlah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.” (QS. Yunus: 88). 

2. Gaza sebagai Simbol Harapan

 Di balik penderitaan Gaza, ada cahaya: solidaritas global yang tumbuh, kesadaran umat Islam yang bangkit, dan perlawanan heroik rakyat Palestina. QS. Al-Isra’: 7-8 menjanjikan: 

“Jika kalian berbuat baik, kalian berbuat baik untuk diri sendiri. Jika kalian berbuat jahat, maka itu untuk diri sendiri pula.”

Ini adalah Prinsip Ilahi: kehancuran rezim zalim sudah ditetapkan, tetapi waktunya tergantung pada kesiapan umat manusia menerima perubahan. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menjawab Kekacauan: Dari Spiritualitas ke Aksi Nyata

1. Spiritual Resistance: Doa sebagai Senjata 

Lailatul Qadar mengajarkan bahwa doa bukanlah pelarian, melainkan strategi.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda: 

“Doa adalah senjata orang beriman.” (HR. Al-Hakim). 

Doa untuk Gaza adalah deklarasi iman bahwa keadilan hanya datang dari Allah, sekaligus pengakuan bahwa manusia harus menjadi alat-Nya. 

2. Aksi Kolektif: Boikot, Advokasi, dan Pendidikan 

Advertisement. Scroll to continue reading.

– Boikot ekonomi: Memutus dana ke rezim penjajah adalah bentuk jihad yang bisa kita lakukan hari ini (QS. Ali Imran: 110). 

– Advokasi hukum: Menuntut pertanggungjawaban Israel di ICC adalah wujud amar ma’ruf nahi munkar.

  – Mengajarkan Eskatologi Islam sebagai alat membongkar skenario kezaliman global. 

Penutup: Retaknya Cermin Peradaban dan Panggilan untuk Merekatnya Kembali

Kekacauan dunia akibat tingkah laku Netanyahu zionis israel, Donald Trump, Gaza, Iran yang berdarah, kemiskinan struktural, hingga pelecehan budaya adalah pecahan cermin peradaban yang retak. Setiap pecahan mencerminkan kehancuran yang berbeda: politik menjadi alat penindas, ekonomi menggilas yang lemah, dan budaya kehilangan jati diri. 

Lailatul Qadar mengajarkan bahwa “pengaturan urusan” oleh Malaikat bukanlah dongeng penghibur, melainkan Cetak Biru Ilahi yang menuntut manusia bertindak. Jika Gaza, Iran, adalah ujian keimanan, ketimpangan ekonomi adalah ujian keadilan, dan kerusakan budaya adalah ujian identitas. 

Allah tidak menjanjikan perubahan tanpa usaha.   

Advertisement. Scroll to continue reading.

QS.Ar-Ra’d: 11 adalah hukum sejarah: Kolonialisme Inggris runtuh ketika Gandhi dan rakyat India bangkit; apartheid Afrika Selatan tumbang ketika dunia memboikot.

Kini, kehancuran rezim Zionis bergantung pada dua hal: keberanian rakyat Palestina dan kesadaran kolektif umat manusia bahwa diam adalah dosa. 

Malaikat turun pada Lailatul Qadar bukan untuk membersihkan darah di Gaza dengan mukjizat, tetapi untuk menyalakan api di hati yang masih memiliki iman kepada Allah.

Seperti pohon zaitun yang akarnya menembus puing-puing, peradaban yang adil hanya akan lahir dari reruntuhan sistem batil.

Pertanyaannya: Akankah kita menjadi bagian dari sejarah yang mematahkan rantai kezaliman, atau hanya penonton yang terhipnotis melihat tingkah laku kedzoliman? 

والله أعلم

Hadanallahu Waiyyakum Ajma’in

Advertisement. Scroll to continue reading.

Awang Dadang Hermawan

*) Pemerhati Intelijen, Sosial Politik dan SARA

—————————

  8  Maret  2026

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Eskalasi di negara-negara Timur Tengah saat ini sangat tinggi, buntut pecahnya konflik Negara Iran Vs Israel yang juga didukung penuh oleh...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan gejolak perang global, terutama yang terjadi antara Iran dan Israel, telah berdampak signifikan terhadap stabilitas...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Situasi gejolak perang antara Iran dan Israel serta sekutunya semakin memanas dan berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi global, termasuk pasar Indonesia....

Netizen Mass

(Ketika Narasi Perdamaian Menjadi Topeng untuk kejahatan Perang) Bismillah “Dan mereka merencanakan tipu daya, dan Allah merencanakan tipu daya. Dan Allah sebaik-baik perencana tipu...

Netizen Mass

Kultum Ramadhan Bismillahirrahmanirrahim.Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat dan salam...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) — Konser Amal untuk Sumatera dan Palestina dalam rangkaian Ajang Remaja Berprestasi (ARESTA) 21 sukses digelar di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Sabtu...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Sejak puluhan tahun lalu, Gaza terus menjadi ladang pembantaian. Ribuan nyawa melayang akibat bombardir Israel. Anak-anak kehilangan orang tua, para ibu...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Sampai detik genosida Palestina yang dilakukan penjajah Israhell masih berlanjut. Penjajah mendapat bantuan logistik, senjata dan lain-lain dari negara adidaya dan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Ribuan pasang mata dan hati tertuju pada satu suara yang membela umat tertindas. Pada Jumat pagi (2/8/2025), Pondok Pesantren Husnul Khotimah...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Ketegangan geopolitik dari perang berkepanjangan di Palestina, konflik antara Israel dan Iran, ketegangan di Laut Merah oleh kelompok Houthi (Yaman), hingga...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Presiden Amerika Setikat (AS) Donald Trump mengklaim pihaknya berhasil membom 3 situs/fasilitas nuklir Iran, pasca pecahnya konflik Iran-Israel yang memanas baru-baru...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Seberapa rapuhkah jalinan perekonomian global dan nasional di tengah gejolak geopolitik yang tak terduga? Pertanyaan ini menghantui kita di tengah kabar...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Sekitar seribu orang memadati area Car Free Day (CFD) Kuningan, untuk mengikuti aksi solidaritas bela Palestina bertajuk Gaza Tidak Sendirian. Kegiatan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam, Kuningan, menggelar apel pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) semester genap usai libur Ramadan dan Idulfitri 1446 H....

Religi

KUNINGAN (MASS) – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dan penuh keberkahan bagi umat Islam. Salah satu keistimewaan terbesar adalah hadirnya malam Lailatul Qadar,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Konser Amal Palestina dalam rangkaian Ajang Remaja Berprestasi (ARESTA) 20 berlangsung dengan penuh semangat dan kepedulian. Acara ini menghadirkan aktivis kemanusiaan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Konflik global yang terus memanas kian menunjukkan bagaimana retorika para pemimpin dunia membentuk arah sejarah, baik melalui ancaman langsung maupun permainan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Sebagaimana Dajjal, Imam Mahdi juga tidak disebutkan namanya secara langsung dalam Al-Qur’an, namun disebutkan dalam banyak Hadits. Hadits tentang Imam Mahdi...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kisah tentang Bani Israil yang dikutuk menjadi kera disebutkan dalam beberapa Ayat, seperti dalam Surah Al-Baqarah (2: 65), Surah Al-A’raf (7:...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Palestina/Yerusalem/Baitul Maqdis memiliki sejarah panjang yang berakar pada teologi dari tiga Agama Langit/Abrahamik/Samawi, yaitu: Yahudi, Kristen dan Islam. Masalah Palestina bukan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Sebagian besar sejarah, khususnya sejak zaman Nabi Muhammad SAW, tidak bisa difahami tanpa Eskatologi. Kita tidak bisa menembus realitas dunia saat...

Ragam

KUNINGAN (MASS) –  3 Agustus 2024 – Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam dan Majelis Pesantren dan Ma’had Dakwah Indonesia (MAPADI) mengelar aksi solidaritas bela Palestina...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Setelah 9 bulan serangan brutal Israel terhadap Palestina, dan tidak adanya solusi atas peristiwa Genosida ini. Warga Palestina telah berada pada...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam kembali mengelar Aksi Solidaritas Pesantren untuk Palestina, Jumat (7/6/2024). Kegiatan yang diikuti oleh santri SMAIT dan SMPIT...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan menggelar aksi solidaritas kemanusiaan dan doa bersama untuk Palestina di halaman Masjid Syiarul Islam,...