KUNINGAN (MASS) – Dalam ajaran Islam, hati merupakan pusat dari segala aktivitas manusia. Hati yang bersih dan sehat dapat membawa seseorang ke jalan yang lurus, sedangkan hati yang kotor dan sakit dapat membawa seseorang ke jalan yang sesat. Dalam artikel ini, penulis akan membahas tentang tiga jenis hati dalam Islam, yaitu Qolbun Salim, Qolbun Marid, dan Qolbun Mayit.
Qolbun Salim
Qolbun Salim adalah hati yang bersih dan sehat, bebas dari penyakit dan kotoran. Hati ini adalah hati yang selalu mengingat Allah, berdzikir, dan beribadah dengan ikhlas. Orang yang memiliki hati seperti ini akan selalu merasa tenang dan damai, serta tidak terpengaruh oleh godaan dunia. Hati yang bersih dan sehat ini akan membawa seseorang ke surga di akherat.
“Dan sesungguhnya Allah telah menurunkan kitab-kitab dan hikmah kepada mereka, dan mereka telah diajari apa yang belum mereka ketahui. Dan Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 151)
Qolbun Marid
Qolbun Marid adalah hati yang sakit dan kotor, dipenuhi dengan penyakit seperti kesombongan, iri hati, dan cinta dunia. Hati ini selalu condong ke arah yang salah, dan tidak mau menerima kebenaran. Orang yang memiliki hati seperti ini akan selalu merasa tidak puas dan tidak tenang, serta mudah terpengaruh oleh godaan syaitan.
“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang telah diberi kitab, yaitu: ‘Sesungguhnya kamu akan menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan kamu tidak akan menyembunyikannya.’ Maka mereka membuang perjanjian itu ke belakang punggung mereka, dan mereka menukar perjanjian itu dengan harga yang sedikit.” (QS. Al-Imran: 187)
Qolbun Mayit
Qolbun Mayit adalah hati yang mati dan tidak bernyawa, tidak dapat menerima kebenaran dan tidak dapat merasakan keimanan. Hati ini seperti hati orang kafir yang tidak dapat menerima petunjuk dan tidak dapat merasakan keimanan. Orang yang memiliki hati seperti ini akan selalu berada dalam kesesatan dan tidak akan dapat mencapai kebahagiaan di akherat.
“Dan barangsiapa yang Allah inginkan untuk mendapat petunjuk, niscaya Allah akan membukakan dada orang itu untuk menerima Islam. Dan barangsiapa yang Allah inginkan untuk disesatkan, niscaya Allah akan menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (QS. Al-An’am: 125)
Dalam kesimpulan, kita harus selalu menjaga hati kita agar tetap bersih dan sehat, serta selalu mengingat Allah dan beribadah dengan ikhlas. Kita harus menjauhi penyakit hati seperti kesombongan, iri hati, dan cinta dunia, serta selalu menerima kebenaran dan petunjuk Allah.
Imam Nur Suharno
Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat











