KUNINGAN (MASS) – Paguyuban Mojang Jajaka bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan akan segera membuka pendaftaran Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan 2026. Pendaftaran resmi dibuka mulai 20 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Ajang ini menjadi wadah bagi pemuda dan pemudi Kabupaten Kuningan untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, serta menambah wawasan tentang budaya dan pariwisata daerah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar lebih aktif berkontribusi bagi daerah.
Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan, Joehan Moeres SH, MH, mengatakan Pasanggiri Mojang Jajaka bukan sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh, berkarya, dan memberikan manfaat bagi Kabupaten Kuningan.
“Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan adalah ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan mengabdi. Menang bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana kita mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi daerah,” tuturnya kepada kuninganmass.com Sabtu (18/7/2026).
Ia berharap semakin banyak anak muda yang bangga terhadap budaya daerah, berani mengembangkan potensi diri, serta siap menjadi representasi Kabupaten Kuningan di berbagai kesempatan.
“Semoga semakin banyak generasi muda Kuningan yang bangga terhadap budaya daerah, berani mengembangkan potensi diri, serta siap menjadi representasi terbaik Kabupaten Kuningan di tingkat daerah maupun nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Kayla Al-Ghifari, mengajak seluruh pemuda dan pemudi Kuningan agar tidak ragu mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka 2026. Ia menilai kesempatan tersebut dapat menjadi awal pengalaman yang berharga bagi masa depan peserta.
“Menjelang dibukanya pendaftaran Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan 2026, saya ingin mengajak seluruh pemuda dan pemudi Kuningan untuk tidak ragu mengambil kesempatan ini,” jelasnya.
Kayla mengaku dirinya juga tidak pernah menyangka bisa menjadi bagian dari Mojang Jajaka. Melalui ajang tersebut, ia memperoleh pengalaman, memperluas relasi, sekaligus meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.
“Melalui Moka saya justru mendapatkan pengalaman berharga, memperluas relasi, memahami budaya daerah, sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi,” pungkasnya. (raqib)