KUNINGAN (MASS)- Sejak awal tahun wilayah Jabodetabek kebanjiran termasuk jalan tol. Kondisi ini membuat armada bus mengalami kerugian karena jarak tempuh Jakarta-Kuningan menjadi lama. Bahkan ada yang lebih dari 24 jam karena terjebak banjir.
“Bahkan ada bus yang datang lebih dari 24 jam ini tentu merugikan kami. Banyak penumpang yang tidak terangkut meski sebagian ada oleh travel, tapi kebanyakan terlantar karena tidak ada armada,” jelas Pengurus Luragung Jaya Hendi, Sabtu (4/1/2019).
Dikatakan, hingga saat ini juga belum normal armada yang berangkat karena di beberapa wilayah di Jabodetabek belum surut dari banjir. Pihak perusahan tidak bisa berbuat banyak karena ini kondisi alam.
Terpisah, Kepala Terminal Tipe A Kertawangunan Komarudin menyebutkan, jarak tempuh Jakarta-Kuningan karena banjir lebih dari 20 jam. Kondisi ini membuat mobil bus yang biasa berangkat ke Jakarta sebayak 149 menjadi 99 bus per hari.
“Penumpang yang di Cirendang atau yang menunggu penumpang dipinggir jalan selama banjir tidak ke angkut. Penumpang semua menyerbu ke terminal atau pool,” jelasnya.
Dalam kesematan itu, sejak ada aturan dari pusat, maka setiap hari kendaraan yang akan berangkat dicek tingkat ke laikannya. Apabila laik maka armada bus boleh mengangkut penumpang termasuk sang supir.
Sementara itu, ketika bus terjebak maka mobil travel menjadi solusinya. Hj Nining salah seorang penumpang travel mengatakan, menggunakan travel karena lebih mudah dari pada naek bus.
“Saya berlibur di Bekasi, ketika terjebak bajir tidak bisa pulang. Pas pulang naik travel dengan ongkos Rp180 rebu/orang. Waktu berangkat ke Jakrta akhir Desember naik bus,” jelasnya. (agus)