KUNINGAN (MASS) – Bulan Syawal, bulan peningkatan. Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, kita diharapkan dapat meningkatkan kualitas iman dan amal kita. Namun, apa yang kita lihat di masyarakat justru sebaliknya. Syawal menjadi bulan penurunan, penurunan ibadah, dan penurunan kualitas diri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa puasa kita tidak berhasil mengantarkan kita meraih derajat taqwa. Kita harus meningkatkan kesadaran kita untuk istiqamah, menetapi agama Allah, dan berjalan lurus di atas ajarannya. Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran: 102).
Kita juga harus mengingat hadits Nabi SAW: “Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus (kontinyu) meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim).
Maka, kita harus mempertahankan amal-amal yang telah kita biasakan di bulan Ramadhan dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Allah SWT menjanjikan tiga keistimewaan bagi mereka yang istiqamah: keberanian, ketenangan, dan optimis.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (QS Fussilat: 30).
Kita juga dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dengan berpuasa sunnah di bulan Syawal.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun.” (HR Muslim).
Jangan biarkan bulan Syawal menjadi bulan penurunan. Mari kita tingkatkan kualitas iman dan amal kita, dan meraih keistimewaan yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Oleh: Imam Nur Suharno , Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat













