KUNINGAN (MASS)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 di Kabupaten Kuningan segera digelar. Selasa (6/11/2018) digelar rapat koordinasi Rensas (Rencana Sasaran) Program terpadu TMMD ke-104 Tahun 2019 di Gedung Mashud Wisnu Saputra Kodim Kuningan.
Pada rakor itu tampak hadir Bupati Kuningan H Acep Purnama, Dandim Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto SSos MM, Kapolres AKBP Iman Setiawan. Lalu, Kadis DPMD Drs Deniawan M,si, jajaran SKPD Kuningan, dan Pincab bank bjb Maman Rukmana.
Selain itu Kasipam Cilebak Abidin, Camat Subang Indra Bayu Permana S,STP, Kapolsek Subang Iptu Maman. Kemudian,
Kades Legok Herang Mulyadi, dan Kades Mandapa Tarju.
Dandim menerangkan, TMMD adalah suatu bentuk icon yang saat ini sedang diintensifkan oleh Kemendagri, Kemendes dan beberapa Kementrian yang ada di pemerintah pusat. Kemudian, TMMD bukan hal yang baru dahulu namanya AMD (ABRI Membangun Desa) dan ini adalah suatu pola yang efektif dan efisien dan lebih berdaya guna hasil peninjauan survey apapun.
“Pada bulan Mei para Dandim dikumpulkan di Jakarta yang dihadiri para pejabat Pemda mendapat pengarahan dari Kemendagri, Kemendes tentang pemanfaatan TMMD untuk pembangunan daerah beberapa program yang berkaitan dengan TNI khususnya Kodim,” jelasnya.
Diterangkan, tujuan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik dalam rangka kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI hadir sebagai upaya mempercepat sekaligus dengan kemampuan yang dimiliki ingin menggerakan masyarakat untuk bersama sama bergotong-royong
“Semoga dengan pembangunan Infrastruktur di desa-desa tersebut dapat meningkatkan perekonomian di masyarakat yang terisolir, sehingga masyarakat merasakan kehadiran negara di daerah daerah yang terpencil dan jauh dari pusat pemerintahan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, untuk sasaran dari TMMD berupa fisik dan non disik. Pembangunan fisik yaitu berupa pembangunan Jalan penyambung antara Desa Legok Herang dan Mandapajaya. Kemudian, pembangunan rutilahu, mushola, lapangan voli, pembangunan jamban dll.
Sedangkan, pembangunan non fisik yaitu berupa penyuluhan-penyuluhan wawasan kebangsaan, Kamtibmas. Lalu, bahaya narkoba, Lalu lintas, Keagamaan, dan pelayanan seperti pengobatan gratis,KB (pengendalian Penduduk), pramuka dan lain lain.
Ditempat yang sama Bupati Kuningan mengatakan, TNI sebagai pemilik Kedaulatan untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat oleh karena TNI bersama dan Polri mempunyai tanggung jawab untuk mempersatukan rakyat.
“Kita harus dapat bekerjasama dan bekerja cerdas oleh, karena itu Pemda harus bekerja dengan pertimbangan dampak dan hasil nya dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Apabila pembangunan tersebut itu tidak berdampak positif bagi masyarakat buat apa dan apabila pembangunan tersebut sangat bermanfaat maka Pemda akan menambahkan dana untuk program TMMD tersebut,” jelasnya.(agus)
