Gara-gara Air PDAM, Warga Adu Jotos

KUNINGAN (MASS)- Kekhawatiran masalah tidak mengalirnya air PDAM akan menjadi permasalahan besar antara warga terbukti. Hal ini terjadi di Perum Korpri Cigintung Kelurahan Cigintung Kecamatan Kuningan pada Jumat malam.

Kejadian bermula warga Blok C mencari penyebab air yang tidak mengalir ke rumah-rumah sejak musim kemarau. Padahal, pihak PDAM sudah berupaya agar air itu bisa mengalir dengan cara membagi jadwal pembagian air.

Namun, ternyata meski sudah dijadwal air tidak pernah mengalir khususnya ke Blok C dan warga tentu sudah jengkel dengan permasalahan ini. Mereka mencari sendiri penyebabnya dan ternyata penyebabnya diketahui yakni ada salah satu warga yang menutupi aliran air ke Blok C.

Salah satu warga ini menggunakan kunci untuk menutup saluran. Ia  beralasan sangat butuh air sehingga melakukan hal itu.

Kontan saja ini membuat amarah warga memuncak . Dengan bukti ada kunci serta pengakuan pelaku, bogem mentah pun melayang dimuka pelaku. Untungnya dengan sigap warga yang lain  melerai meski ada beberapa pukulan susulan lainnya kembali terkena kepada pelaku.

Andai warga Blok C tidak bisa menahan diri serta tidak ada peleraian dari pihak PDAM, maka kasus bisa panjang.Pihak PDAM pun dengan sigap mengambil kunci dan membubarkan diri.

“Kalau warga tidak ditahan bisa panjang urusannya dan pelaku pun bisa babak belur. Kami benar-benar merasa dipermainkan. Ketika PDAM menyebut selalu menutup ke jalur lain agar air bisa mengalir,  eh oleh pelaku malah ditutup lagi sehingga tidak pernah mengalir,” jelas Wahyudin yang diamini oleh Jojo.

Jojo menambahkan, pelaku tidak mengetahui bagaimana tersiksanya warga menanti air mengalir pada malam hari. Bahkan, kalau malam hari mengalir pun ketika baru nyala sudah mati lagi dan warga dibuat jengkel.

“Yang kasihan PDAM selama ini dituduh oleh warga, eh ternyata ada warga kita yang tega menutup aliran. Pelaku seolah menari diatas penderitaan yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kacab PDAM Cirendang Jaelani mengaku, terkait kasus pada Jumat malam, dimana ada salah satu warga memiliki kunci sendiri sehingga setiap aliran air yang dikirim ke Blok C tidak pernah sampai karena kembali ditutup, dikembalikan kepada warga.

“Kami menyerahkan kepada warga yang terpenting kami sudah melaksanakan tugas selama ini,” jelasnya.

Pasca kejadian ini, Ketua RW 17 Imat memberikan informasi melalui pengeras suara Masjid Miftahul Jannah bahwa jatah air untuk Blok C mulai mengalir dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Diharapkan dengan cara ini warga sudah persiapan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com