KUNINGAN (MASS) – Meski baru dilaksanakan 3 kali hingga Rabu (25/2/2026) kemarin, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan mencatat respons positif masyarakat.
Program yang telah dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Desa Seda (Kecamatan Mandirancan), Desa Haurkuning (Kecamatan Nusaherang), dan Desa Kasturi (Kecamatan Kuningan), tersebut berhasil menyalurkan hampir 20 ton bahan pangan pokok kepada masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa rata-rata distribusi per lokasi berkisar antara 6 hingga 7 ton komoditas. Sebagian besar produk terserap dalam waktu relatif singkat karena tingginya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“Dalam tiga kali pelaksanaan ini, total komoditas yang terjual mendekati 20 ton. Antusiasme warga sangat tinggi, terutama untuk komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan telur ayam,” jelas Wahyu.
Berdasarkan data transaksi di lapangan, tiga komoditas yang paling banyak dibeli masyarakat adalah beras, minyak goreng, dan telur ayam. Selain itu, gula pasir, daging ayam, serta bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tingkat penjualan yang signifikan. Dalam setiap pelaksanaan, pemerintah menyiapkan beras hingga 3 ton per lokasi, minyak goreng sekitar 300 liter, telur ayam 250 kilogram, daging sapi 250 kilogram, gula pasir 200 kilogram, serta berbagai komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran.
Respons masyarakat dinilai sangat positif karena selisih harga yang diberikan cukup kompetitif dibandingkan harga pasar. Sejak pagi hari warga sudah memadati lokasi kegiatan, dan sejumlah komoditas habis sebelum kegiatan berakhir.
Salah seorang warga Desa Kasturi, Inah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, perbedaan harga yang cukup terasa membantu menghemat pengeluaran rumah tangga selama Ramadan.
“Sangat membantu sekali, apalagi di bulan puasa seperti sekarang. Harga di sini lebih murah dibanding pasar, jadi belanja bisa lebih hemat. Semoga kegiatan seperti ini terus ada,” ujar Ibu Inah.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang turut memantau langsung pelaksanaan kegiatan, menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus diwujudkan melalui langkah konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Stabilitas harga pangan adalah prioritas. Ketika harga terkendali dan pasokan tersedia, masyarakat bisa menjalankan Ramadan dengan lebih tenang tanpa tekanan lonjakan harga,” tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan GPM DIRAHMATI akan terus digelar secara bergilir di 15 kecamatan selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. (eki)
















