Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Diikuti 20 Peserta

KUNINGAN (MASS)-  Semua profesi saat ini dituntut harus kompeten. Tak terkecuali profesi tata rias pengantin.

Pelaku usaha tersebut harus memiliki kopentensi agar para penikmat jasa atau konsumen merasa puas.

Sabtu pagi bertempat di Tempat Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Tanti yang terletak  di Komplek Cirendang digelar  uji kompetensi TRP. Total ada 20 peserta yang mengikuti tes.

Mereka selama tiga jam lebih akan dites untuk menentukan apakah sudah layak menyandang disebut penata rias kompeten. Bukan hanya mengisi soal tapi juga mereka praktek menata rias sesuai dengan gaya rias yang sudah ditentukan oleh penguji.

Pada tes tampak  hadir Dewan Juri Ketut Sri Utami. Ketut merupakan salah satu penguji dari Lembaga Sertifikasi Kompentensi. Lalu, juga hadir Kasi Dikmas Disdikbud Kuningan Luki Tribayu SE MSi dan tentu Ketua TUK Tanti Hj Aty Umiati.

“Jangan salah ini soalnya dari pusat dan disegel. Ini seperti ujian negara dan menentukan para peserta untuk memperoleh sertipikat,” ujar Luki, Sabtu (29/6/2019).

Luki menyebutkan, bagi peserta yang mendapatkan sertipikat maka mereka bisa berkerja bukan hanya di Indonesia tapi diluar negari.

Bahkan, diperusahaan terkenal sekali pun bisa, sehingga ujian ini harus benar-benar dimanafaatkan dengan baik.

“Diantara 53 LPK yang ada di Kuningan memang TUK Tanti selama ini konsisten melakukan uji kompetensi. Para alumninya pun sudah tersebar dimana-mana karena berdiri sejak 1982,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Juri Ketut mengatakan, pihaknya berharap semua peserta lulus karena kalau tidak mereka harus mengulang.

Sertipikat kompetensi merupakan hal yang penting yang harus dimiliki oleh penata rias agar mereka bisa disebut kompeten.

“Semua profesi dituntut harus profesional maka mereka harus mengikuti tuntutan jaman. Untuk itu manfaatkan kesempatan ini,” jelasnya.

Ketua TUK Tanti Hj Aty Umiati mengatakan, sejak tahun 1980 pihaknya terus memfasilitasi penata rias agar mendapatkan sertipikat. Dengan begitu maka  mereka menjadi penata rias profesional yang sudah kompetensi.

“Sertipikat  itu bukan hanya membuktikan bahwa penata rias sudah profesional tapi juga akan menjadi kebanggaan karena tidak semua penata rias mempunyai sertipikat,” jelasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com