KUNINGAN (MASS) – Sebuah kejadian tidak biasa terjadi di pusat Kota Kuningan ketika seekor kerbau mengamuk dan berlari sejauh 4 kilometer, merusak fasilitas umum di taman pendopo kuningan, menyerempet 1 mobil dan menabrak 1 mobil yang sedang melaju sampai akhirnya berhasil diamankan oleh petugas kepolisian dan warga setempat.
Kejadian bermula pada hari Kamis, (27/3/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, ketika pemilik kerbau hendak memotong hewan tersebut di sebuah rumah pemotongan hewan (RPH) yang berlokasi di Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan. Namun, kerbau tersebut diduga panik karena bau darah dan berhasil melepaskan diri dari ikatannya, lalu kabur ke jalan raya.
Kerbau tersebut kemudian berlari tanpa kendali melalui beberapa lokasi padat penduduk, termasuk ke Purwawinangun, Jalan Aruji Kartawinata, Jalan Baru, Kelurahan Awirarangan.
Selama perjalanannya, merusak fasilitas umum yang ada di Taman Pandapa seperti tempat duduk dan patung kijang, kemudian kerbau tersebut menyeruduk 2 mobil milik warga yang mengakibatkan kerusakan ringan pada kendaraan. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini, namun warga sempat panik melihat hewan besar tersebut berlari tak terkendali.
Iim yang sedang berjualan starling di depan Pemda sebagai saksi yang melihat langsung kejadian, mengaku kaget dan mengira ada kerusuhan.
“Saya kaget, tiba tiba dari arah utara ada yang teriak awas-awas, kirain ada yang rusuh atau apa, eh ternyata ada kerbau yang lepas,” tutur Iim.
Setelah cukup lama di Taman Pandapa dan merusak fasilitas tersebut, kerbau akhirnya berlari ke arah Gor Ewangga dan merusak pagar, lalu ke arah Awirarangan dan akhirnya ke jalan baru.
“Kami semua keluar untuk menahan kerbau, takutnya menyerang warga atau merusak permukiman,” ujar seorang warga yang terlibat dalam evakuasi.
Petugas dari Polsek Kuningan segera bergerak setelah menerima laporan dari pos pengamanan Operasi Ketupat Lodaya di Taman Kota. Setelah kurang lebih 40 menitan dari awal terlepas, akhirnya di Jalan Baru, Awirarangan, kerbau akhirnya terperosok ke dalam saluran air dan kelelahan.
Pemilik kerbau kemudian datang dengan mobil pengangkut dan memutuskan untuk memotong hewan tersebut di lokasi penemuan terakhir guna menghindari kejadian serupa terulang.
Kompol Bambang Poernomo selaku Kapolsek Kuningan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemilik kerbau terkait ganti rugi kendaraan yang rusak.
“Dua pemilik mobil yang mengalami kerusakan telah bertemu dengan pihak pemilik kerbau, dan bersepakat untuk mengganti kerusakan tersebut” ujarnya. (rqb/mgg)