Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (ASMIK) bagi petani. (Foto: dok Diskatan)

Pemerintahan

Full Subsidi, 40 Ribu Petani Kini Dijamin Asuransi, Terlindungi Jika Kecelakaan Hingga Meninggal Dunia

KUNINGAN (MASS) – Jika sebelumnya profesi petani tak dijamin asuransi secara khusus, kini sebanyak 40.000 petani di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat ditargetkan memperoleh perlindungan asuransi dengan subsidi premi 100 persen pada 2025 melalui program Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (ASMIK).

Program yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut disosialisasikan di Aula Diskatan Kabupaten Kuningan, Rabu (25/2/2026), melalui kolaborasi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, bersama BRI Life serta didukung Otoritas Jasa Keuangan.

Kegiatan ini diikuti petani, penyuluh pertanian, serta UPTD KPP se-Kabupaten Kuningan sebagai bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan sektor pertanian. Skema ini menjadi salah satu model perlindungan sosial petani terbesar di tingkat provinsi yang berpotensi direplikasi secara nasional untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa perlindungan petani merupakan elemen strategis dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal meningkatkan produksi, tetapi memastikan petani sebagai pelaku utama memiliki jaring pengaman. Jika petani terlindungi, maka keberlanjutan produksi dan stabilitas pasokan pangan akan lebih terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, risiko pertanian tidak hanya berasal dari perubahan iklim, banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman, tetapi juga risiko kesehatan dan kecelakaan kerja. Tanpa perlindungan finansial, satu musibah dapat berdampak panjang terhadap ekonomi keluarga dan kesinambungan usaha tani.

Di Kabupaten Kuningan, implementasi ASMIK menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024 tercatat 941 peserta terdaftar dengan 78 persen telah memiliki nomor polis aktif. Tahun Anggaran 2025 meningkat menjadi 1.948 polis yang tersebar di 32 kecamatan.

Secara regional, realisasi ASMIK Tahun 2024 mencapai 34.209 polis dari target 37.800 peserta di 24 kabupaten/kota, dengan total premi Rp1,71 miliar dan 20 klaim senilai Rp74,1 juta. Data ini menunjukkan bahwa skema perlindungan benar-benar berjalan dan siap memberikan manfaat saat risiko terjadi.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Ujang Suhadi, S.T.P., M.Si., menjelaskan bahwa premi sebesar Rp50.000 per orang per tahun sepenuhnya disubsidi pemerintah provinsi.

“Dengan subsidi penuh, tidak ada hambatan biaya bagi petani. Manfaat perlindungan meliputi santunan rawat inap Rp100.000 per hari maksimal 90 hari per tahun, santunan pembedahan hingga Rp2.500.000, santunan meninggal dunia Rp10.500.000, santunan meninggal karena sakit Rp2.500.000, serta santunan cacat tetap akibat kecelakaan hingga Rp5.000.000 sesuai ketentuan polis,” jelasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bagi petani, rasa aman menjadi nilai utama program ini. Suheri, petani asal Desa Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, mengaku bersyukur telah terdaftar sebagai peserta ASMIK meskipun hingga saat ini dirinya belum pernah mengajukan klaim.

“Alhamdulillah saya belum pernah sakit atau dirawat. Tapi dengan adanya ASMIK, saya merasa lebih tenang. Kalau suatu saat sakit dan harus dirawat, sudah ada santunan yang bisa membantu. Jadi bekerja di sawah lebih fokus dan tidak terlalu khawatir,” ujar Suheri.

Program ASMIK juga terintegrasi dengan akses pembiayaan produktif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan alat dan mesin pertanian, serta skema Ultra Mikro (UMi), termasuk penguatan kelembagaan melalui Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) dan koperasi pertanian. Integrasi ini memperkuat ekosistem inklusi keuangan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani.

Dengan skema subsidi 100 persen dan cakupan luas, ASMIK di Jawa Barat menunjukkan bahwa pembangunan pertanian modern harus berdiri di atas dua pilar utama: produktivitas dan proteksi. Ketika petani terlindungi, produksi terjaga, dan ketahanan pangan nasional pun semakin kokoh dan berkelanjutan. (eki)

Advertisement

Berita Terbaru

You May Also Like

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kabar tak menyenangkan justru datang dari warga Desa Baok Kecamatan Ciwaru. Pasalnya, rumah Didi,...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi Pondok Pesantren Al-Multazam bersama ULZ Al-Multazam Peduli untuk menghadirkan beragam program yang tidak hanya...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Kebijakan penetapan lebaran atau satu Syawal 1447 H antara Muhammadiyah dan pemerintah (Kementerian Agama) berbeda tahun ini, sehingga hari raya Idul...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Tradisi mudik ke kampung halaman kembali terasa di Kabupaten Kuningan. Sejumlah perantau dari Jakarta, Jogja, dan daerah lain mulai berdatangan untuk...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah laporan langkanya stok gas LPG, terutama ukuran 3 kg atau yang kerap disebut tabung gas melon, datang dari beberapa wilayah...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Suasana malam terakhir bulan Ramadan di Desa Cinagara, Kecamatan Lebakwangi, berlangsung meriah. Warga, khususnya para pemuda yang biasa membangunkan sahur, menggelar...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Perumahan Graha Alana yang berada Kelurahan Kuningan, menyalurkan hasil zakat fitrah di penghujung bulan Ramadhan, Kamis (19/3/2025) siang. Dari penghimpunan yang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ratusan warga Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, mendatangi Kantor Cabang PLN Kuningan, Kamis (19/3/2026) malam untuk melakukan aksi demonstrasi. Aksi ini dipicu...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Desa Langseb Kecamatan Lebakwangi menunjukkan rasa saling peduli sesama. Dimana, Gerakan Nanggerang Bersatu (GNB) kembali menggelar kegiatan santunan sosial sebagai bentuk...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Sebagai bagian dari ikhtiar menebar kebermanfaatan di bulan suci Ramadhan, Pondok Pesantren Al-Multazam bersama ULZ Al-Multazam Peduli menyalurkan lebih dari 500...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Kado terindah di penghujung Ramadhan bagi Universitas Kuningan (Uniku) datang dari program studi (Prodi) pendidikan bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan di Kecamatan Kuningan ramai dikunjungi warga, terutama pemudik yang pulang dari perantauan. Camat Kuningan, Deni Hamdani SE...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Meski pemerintah belum memastikan, Muhammadiyah lebih dulu memutuskan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1.447 H jatuh pada hari Jumat (20/3/2026) besok....

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di kawasan lampu merah Oleced, Selasa (17/3/2026)...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Lebaran, H-1 Hari Raya Idul Fitri 1.447 H, harga kebutuhan pokok di pasaran terpantau naik, Kamis (19/3/2026). Yang cukup menonjol,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 20 anak yatim binaan Rumah Bunda Mulia (RBM) Kuningan mendapatkan pengalaman berbelanja yang berkesan pada Rabu (18/3/2026). Melalui program kolaborasi...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Komunitas motor Blackhorse Mc Kuningan menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat di Kuningan, Selasa (18/3/2026). Sebanyak 120 anak...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Meski baru dilantik, Pimpinan Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PW PRIMA DMI) Jawa Barat tak canggung segera bergerak di...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Polres Kuningan berhasil mengungkap dua kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan pada awal Maret 2026. Kapolres...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, yang kemudian diperbarui dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2024 ( revisi kedua UU...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tugu Angklung yang dibangun tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) resmi berdiri dan diresmikan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan). Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) berhasil meraih Akreditasi Unggul,...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Jembatan di Dusun Pancabakti, RT 6 RW 3, Desa Padarama, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan dilaporkan ambruk pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Jalan Siliwangi, yang berada di depan pertokoan dan pusat perbelanjaan, kini telah dibagi menjadi dua jalur, yaitu jalur cepat dan jalur...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Menjelang perayaan Lebaran, harga sayuran di pasar mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabai kriting,...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-62, IMM Universitas Muhammadiyah Kuningan melaksanakan kegiatan santunan kepada anak yatim dan fakir...