KUNINGAN (MASS) – Sekitar 1.500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat oleh Paguyuban Emak-emak Perum Ciporang di sekitar lampu merah Ciporang, tepatnya di depan SD Ciporang, Jumat (7/3/2026).
Kegiatan berbagi takjil ini berlangsung singkat, hanya sekitar 30 menit hingga seluruh paket habis dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Paket takjil yang dibagikan berisi berbagai variasi makanan basah dan minuman untuk berbuka puasa. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh Paguyuban Emak-emak Perum Ciporang.

Perwakilan Paguyuban Emak-emak Perum Ciporang, Sri, mengatakan kegiatan berbagi takjil tersebut sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Setiap tahun, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Tahun ini yang ketiga kalinya. Kali ini kami berkolaborasi dengan Aqua, tahun lalu bekerja sama dengan Kodim,” ujar Sri.
Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut melibatkan hampir 150 ibu-ibu warga Perumahan Ciporang yang turut berpartisipasi menyiapkan hingga membagikan paket takjil kepada masyarakat.
“Alhamdulillah hampir 150 ibu-ibu berpartisipasi. Sekitar 1.500 paket takjil berhasil kami bagikan dengan berbagai variasi makanan. Kami juga mengutamakan pemberian air minum melalui kerja sama dengan Aqua,” jelasnya.
Kegiatan itu juga melibatkan tiga RW di Perumahan Ciporang, yakni RW 4 yang diketuai Djodjo Rasja, RW 5 yang diketuai H. Dasji Nurhakim, serta RW 6 yang dipimpin Syarif Alimillah.
Sri menambahkan, antusiasme para ibu-ibu untuk berbagi di bulan Ramadan sangat tinggi. Bahkan usia tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk turut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.
Lokasi pembagian takjil dipilih di sekitar lampu merah Ciporang karena dinilai strategis dan banyak dilalui masyarakat, sehingga takjil dapat langsung diterima oleh pengguna jalan yang membutuhkan untuk berbuka puasa.
Menariknya, sebagian menu takjil yang dibagikan juga berasal dari produk warga sekitar perumahan. Para ibu-ibu berupaya memberdayakan masyarakat sekitar dengan membeli makanan seperti gorengan dan bubur lemu dari warga setempat.
“Semua kami kemas sendiri, kami beli sendiri, dan sebagian juga dari warga sekitar perumahan,” ungkap Sri.
Ia berharap kegiatan berbagi takjil tersebut dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang dengan antusiasme yang sama bahkan lebih besar dari masyarakat.
“Kami berharap semangat berbagi ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (didin)

















