Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ilustrasi dollar AS.

Ragam

Dolar AS Sentuh Angka Rp 17 Ribu, Ini Faktor dan Pengaruhnya Menurut Pengamat

KUNINGAN (MASS) – Nilai tukar rupiah menyentuh angka Rp17.000 per dolar AS, yang disebut-sebut pertanda pelemahan mata uang domestik dan dipengaruhi oleh beberapa faktor ekonomi. Salah satu penyebab utama yang disorot adalah defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), di mana pengeluaran saat ini dinilai lebih besar daripada pendapatan negara.

Pengamat ekonomi dan investasi asal Kuningan Agung Adiyatna menjelaskan kondisi pengeluaran yang melebihi pemasukan menjadi tekanan besar bagi stabilitas rupiah.

“Pengeluaran terbesar sekarang berasal dari MBG (belanja modal/gabungan besar lainnya), sementara pendapatan utama masih bergantung pada penerimaan pajak,” ujar Agung kala diwawancara kuninganmass.com Kamis (19/3/2026).

Selain faktor domestik, situasi geopolitik global turut memberi dampak. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak memaksa pemerintah mengurangi subsidi energi sehingga harga bahan bakar, seperti Pertamax, mulai meningkat secara bertahap.

“Faktor global juga pengaruh, kemarin perang Iran dan Israel juga menggoncang stabilitas ekonomi dan perdagangan dunia,” tambahnya.

Dampak yang dirasakan masyarakat mulai terlihat, harga kebutuhan pokok merangkak naik, terutama menjelang Lebaran. Agung memaparkan ini dipicu kombinasi antara defisit APBN, kenaikan harga energi akibat perang, dan tekanan biaya impor.

“Di dekat hari raya, permintaan masyarakat naik, kalau pasokan dan subsidi terganggu, harga akan bergerak naik,” tandasnya.

Berbagai opsi kebijakan tersedia bagi pemerintah untuk menstabilkan kondisi. Agung menyebut beberapa langkah yang mungkin ditempuh, antara lain menghentikan sebagian MBG, melakukan efisiensi program, mengurangi gaji pejabat, atau menata ulang subsidi dan program bantuan sosial seperti PKH, BLT, PIP, dan subsidi BPJS.

“Pemerintah harus mengkaji ulang program yang menyedot anggaran besar, tapi ya setiap opsi pasti ada konsekuensi politik dan sosialnya,” tambahnya

Prediksi para ekonom pun beragam. Ada yang memperkirakan nilai tukar rupiah bisa menyentuh Rp22.000 pada akhir tahun jika kondisi memburuk; sementara ada pula yang mengaitkan pelemahan rupiah pada faktor eksternal tertentu. Agung menekankan, menyalahkan pihak luar tidak menyelesaikan masalah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Fokus pada langkah-langkah internal yang konkret lebih penting daripada mencari kambing hitam, kalo kebijakan fiskal dan subsidi disusun ulang secara tepat, serta ada efisiensi program yang nyata, tekanan terhadap rupiah dan inflasi bisa dikurangi.” pungkasnya. (raqib)

Advertisement

Berita Terbaru

You May Also Like

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan gejolak perang global, terutama yang terjadi antara Iran dan Israel, telah berdampak signifikan terhadap stabilitas...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Presiden Amerika Setikat (AS) Donald Trump mengklaim pihaknya berhasil membom 3 situs/fasilitas nuklir Iran, pasca pecahnya konflik Iran-Israel yang memanas baru-baru...

Inspirasi

KUNINGAN (MASS) – Berlatar belakang keluarga pengusaha ternama di Kuningan, Sri Rezeki justru membagikan pengalaman hidupnya dengan buku. Buku yang berisi tentang makna kehidupan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pada Rabu (26/10/2022) malam kemarin, 3 orang laki-laki, AS, A, dan AK, diamankan Sat Resnarkoba Polres Kuningan. Ketiganya, diamankan dalam rentan...