KUNINGAN (MASS) – Kebun Raya Kuningan yang digadang-gadang menjadi ikon Kabupaten Kuningan sudah sejak lama dibuka untuk umum. Meski belum 100 persen tapi kehadiran menjadi hiburan bagi warga yang dahaga tempat wisata.
Meksi begitu tempat yang luasnya 154 HA tidak luput dari aksi kurang terpuji dari pengunjung. Baru-baru ini petugas patroli menemukan kondom bekas pakai di sekitar KRK. Maka, dengan begitu pernah ada pengunjung yang melakukan tindakan asusila.
“Tidak kalau ratusan mah tapi ada. Saya langsung bakar bersama dengan sampah karena tidak bagus dilihatnya,” ujar Asep Zulkarnaen petugas patroli KRK kepada kuningamass.com, Sabtu (3/11/2018).
Asep yang juga Kasubag TU di UPTD KRK mengaku, terus melakukan patroli meski harus naik turun tangga dan juga menyisir berbagai tempat. Baginya selain memang sudah merupakan kewajiban, melakukan tindakan asusila ditempat umum tidak baik dan melanggar.
“Intinya di KRK hampir setiap saat kalau saya kerja pasti patroli. Kalau ada kejadian asusila sama seperti biasa diadakan perlakuan pembinaan dan dihadirkan orang tua kedua belah pihak. Saya juga menghadirkan pihak sekolah kalau anak emang sekolah. Begitu juga menghadirkan aparat desa kalau sifatnya warga kdan menghadirkan aparat yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Diterangkan, apa yang dilakukakan dengan cara melakukan pembinana kepada pelaku yang melakukan tindakan asusila. Meski terkadang apa yang dilakukan dipandang tidak baik oleh orang lain.
Sekedar informasi sosok Asep Zulkanaen yang sebelumnya pengelola Hutan Kota Bungkrit dikenal tegas dan tidak pandang bulu. Ketika ada pengunjung melakukan tindakan asusila maka ia panggil pihak terkait dan pelaku harus membuat surat pernyataan. Cara ini cukup jitu karena yang berkunjung jarang melakukan tindakan asusila.(agus)
