Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Diberhentikan Gubernur, Penambang Batu dan Pemilik Lahan di Padabeunghar Gelisah, Tagih Janji KDM

KUNINGAN (MASS) – H Sudirja didampingi perwakilan pekerja pemecah batu dan sopir truk mendatangi Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (10/2/2026) malam, untuk mencari solusi atas terhentinya aktivitas pengupasan batu di Desa Pasawahan dan Desa Padabeunghar.

Kedatangannya sekaligus untuk menahan rencana aksi demonstrasi ratusan warga yang sedianya digelar Kamis besok. Sudirja mengatakan, dirinya datang membawa “misi baik” untuk meredam gejolak masyarakat yang terdampak penutupan lokasi pengambilan batu.

“Saya datang ke pendopo untuk meredam warga penggarap batu di Pasawahan dan Padabeunghar yang berencana demo,” ujar Sudirja.

Menurutnya, penutupan aktivitas tersebut terjadi setelah adanya kunjungan KDM (Gubernur Jawa Barat) ke lokasi, khususnya di Desa Padabeunghar. Sudirja menegaskan, aktivitas di Pasawahan bukanlah galian C karena tidak menggunakan alat berat, melainkan hanya pengupasan yang sudah berlangsung sejak beberapa periode kepala daerah sebelumnya tanpa persoalan berarti.

“Bukan galian C mohon maaf, karena kalau kriteria galian C itu ada alat berat. Ini emang hanya di Desa Pasawahan hanya pengupasan, tidak menggarap tebing yang membahayakan. Itu pun bukan baru sekarang, mungkin mulai dari sejak kepala daerahnya itu dari Bapak Aang Hamid Suganda, Ibu Uce, sampai ke Acep Purnama,” tuturnya.

Namun, ia mengakui terdapat lokasi di Desa Padabeunghar yang berada di area tebing dan berbatasan dengan tanah KRK, yang sebelumnya sempat diingatkannya agar tidak digarap karena berpotensi membahayakan.

Menurut Sudirja, saat kunjungan tersebut, Gubernur menjanjikan dua hal kepada masyarakat Padabeunghar, diantaranya pembebasan atau pembelian lahan oleh Pemprov Jabar dan pemberian kompensasi atau lapangan kerja bagi para pekerja terdampak.

“Sudah hampir satu bulan, tapi belum ada realisasi. Ini yang membuat warga gelisah,” katanya.

Sudirja memperkirakan lebih dari 100 orang terdampak langsung, terdiri dari pemilik lahan, pemecah batu, hingga sopir truk. Di Desa Pasawahan saja, tercatat sekitar 40 pemilik lahan terdampak, belum termasuk pekerja dan sopir.

Menurut Sudirja, dalam satu kali muatan dump truck, pekerja pemecah batu bisa memperoleh sekitar Rp120 ribu per dump, sementara pekerja muat sekitar Rp80 ribu per truk. Jika dalam sehari ada dua hingga tiga kali angkut, penghasilan cukup menopang kebutuhan keluarga. Namun kini, seluruh aktivitas terhenti.

“Karena menyangkut isi perut timbul (pekerja) bergejolak dan merambat ke desa yang ada (dekat) lokasi desa Pasawahan,” ujarnya.

Sudirja mengungkapkan, penutupan lokasi tersebut juga berdampak pada harga material bangunan. Jika sebelumnya warga bisa membeli batu dari Pasawahan dengan harga sekitar Rp750 ribu per dump, kini harus membeli dari daerah lain seperti Sengyang dengan harga mencapai Rp1,2 juta.

“Bukan hanya pekerja yang terdampak, masyarakat yang ingin membangun rumah juga ikut terbebani,” kata Sudirja.

Sudirja juga mengungkap adanya setoran Rp32 ribu per truk ke rekening Bank BJB yang telah berjalan hampir satu tahun. Ia mengaku baru mengetahui hal tersebut setelah diperlihatkan bukti transfer oleh warga.

“Kalau memang ada setoran dan sudah berjalan, jangan sampai saat ada masalah malah cuci tangan. Ini yang saya sayangkan,” tegasnya.

Sudirja menyatakan telah berkoordinasi dengan unsur DPRD, termasuk Ketua Komisi I, untuk membantu mencarikan solusi. Ia juga telah meminta izin kepada Camat Pasawahan sebelum mendatangi pendopo.

Meski belum berhasil bertemu langsung dengan Bupati karena yang bersangkutan sedang ada agenda lain, Sudirja meminta agar segera dijadwalkan audiensi resmi.

“Kami tidak memaksa harus dibuka semua. Tapi kalau ditutup, harus ada solusi. Mau ambil batu ke mana? Mau bangun pakai apa? Jangan hanya menutup tanpa jalan keluar,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti janji pembebasan lahan dan kompensasi bagi pekerja di Padabeunghar, serta meninjau kembali lokasi mana yang masih layak dan aman untuk beroperasi.

Sementara itu, perwakilan warga Pasawahan, Jojo, meminta pemerintah meninjau langsung ke lapangan. “Kami hanya menggarap kebun sendiri. Setelah batu diambil, lahannya ditanami kembali. Reklamasi tetap berjalan,” ujarnya.

Untuk sementara, rencana demonstrasi berhasil ditunda. Namun, Sudirja menegaskan, jika tidak ada respons konkret dari pemerintah, aspirasi masyarakat kemungkinan akan kembali menguat. (didin)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Bisingnya kegiatan penambangan batu di Cileuleuy disebut-sebut mengganggu proses belajar mengajar di SMKN 1 Kuningan. Kepala SMKN 1 Kuningan, Elpasa MPd,...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Banyak manfaat dari batu yang diambil dari tambang tradisional CIleuleuy. Bahkkan diantaranya untuk program pembangunan dari pemerintah. Hal itulah yang disampaikan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pagi ini, Rabu (4/2/2026) Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang batu di Desa Cileleuy,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Camat Cigugur, Yono Rahmansyah, mengungkapkan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar telah melakukan kunjungan ke Kecamatan Cigugur untuk menerima aspirasi dari warga....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik penutupan tambang batu terjadi di Desa Cileleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Tambang itu disegel oleh Kantor UPT Cabang Dinas Energi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Turunnya KDM ke Kuningan berefek jangka panjang. Berawal dari kisruh pemanfaatan air, kini malah merembet ke wacana geothermal di kawasan Ciremai...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Cileuleuy Kecamatan Cigugur yang menggantungkan hidup pada tambang batu tradisional, dibuat kelimpungan saat tiba-tiba muncul peringatan untuk berhenti aktivitas....

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pasca diisukan adanya salah satu aparat desa yang terlibat di perusahaan pengolahan air illegal di Ciremai, Kepala Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Setelah muncul di konten KDM, kekeringan di Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang jadi sorotan serius. Muncul anggapan bahwa kekeringan itu, karena airnya...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Meskipun isu tambang sering menjadi perdebatan, ternyata di Kabupaten Kuningan hanya ada tiga tambang yang beroperasi secara resmi. Ketiganya terletak di...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Usai penutupan tambang batu ilegal yang berada di kawasan Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, setelah Gubernur Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada Sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026), Bupati dan Wakil Bupati Kuningan tidak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi mendadak (SIDAK) di kawasan tambang batu yang dikelola oleh Taman Nasional Gunung...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke Kabupaten Kuningan, ia tak nampak didampingi Bupati Dr...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pada Kamis (15/1/2025) Siang, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, tampak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Reklamasi di tambang Cipancur, Kecamatan Cidahu, kini menjadi perhatian publik. Tambang ini telah beroperasi sebelum tahun 2020 dengan kedalaman mencapai puluhan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kabar mengejutkan datang dari Desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung, Kamis (15/1/2025) pagi ini. Salah satu warganya, AS (58), ditemukan tak bernyawa diduga...

Headline

JABAR (MASS) – Beredar di media sosial terutama WhatsApp, video yang menunjukkan area tambang di wilayah Nanggung Kabupaten Bogor penuh asap tebal beracun yang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Ady Sularso, angkat bicara perihal sentilan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, terhadap...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, sentil Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) yang membuka ruang-tuang komersil di kawasan hutan....

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Kontroversi tentang sumber air AQUA yang disebutkan berasal dari hasil bor, bukan mata air pegunungan terus menuai sorotan. Hal yang mengejutkan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM sempat dijadwalkan mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kuningan ke-527 1 September 2025, namun...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Perdebatan soal wacana penyerahan pengelolaan RS Linggarjati ke Pemerintah Provinsi Jabar rupanya makin panas. HM Ridho Suganda selaku putra dari Alm...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Kabar tidak menyenangkan datang dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Pasalnya, di tengah fenomena gagal bayar ini, potensi pendapatan Kuningan bakal berkurang lagi....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Salah satu warga Kabupaten Kuningan, Yayan Olly, menyampaikan kritik terbuka terhadap beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh KDM (Kang Dedi Mulyadi). Meskipun...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Desa Taraju, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, kembali menggelar acara adat tahunan Babarit dan peringatan Milangkala ke-189 tahun. Acara ini berlangsung meriah,...