Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr Udin Khaerudin MPd (kanan), dalam Podcast KuninganMass. (Foto: tangkapan layar)

Pendidikan

Deep Learning, Cetak Siswa Bernalar Kritis dan Analisis di Sekolah

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu fokus utama di setiap pelajaran di sekolah adalah penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam. Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr Udin Khaerudin MPd, menjelaskan tentang pentingnya pendekatan ini dalam konteks Kurikulum Merdeka pada Sabtu (13/12/2025).

Deep learning merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mendalam. Menurut DR Udin, pendekatan ini mengajak peserta didik untuk berpikir kritis, serta memiliki kemampuan analisis dan evaluasi yang lebih baik.

“Berbicara tentang Kurikulum Merdeka dengan pendekatan. Pembelajaran mendalam atau istilah ASnya disebut dengan deep learning itu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara bermakna dan mendalam,” ujar Dr Udin, dalam Podcast KuninganMass baru-baru ini.

Salah satu aspek penting dalam deep learning adalah kemampuan berpikir kritis yang menjadi kunci bagi siswa untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Meskipun siswa SMP berada pada fase menengah, mereka sejajar dengan tingkat pemikiran mahasiswa.

“Dalam proses pembelajaran itu sendiri mengajak kepada peserta didik untuk berpikir kritis, memiliki kemampuan analisa dan evaluasi serta mampu tentunya mengintegrasikan dan mengimplementasikan antara materi dengan dunia nyata atau konteks. Jadi meskipun usia setingkat SMP itu kan sekolah la itu menengah. Itu Bobi berarti sejajar dengan mahasiswa,” paparnya.

DR Udin menjelaskan bahwa pada jenjang SMP, siswa berusia antara 12 hingga 15 tahun, dan di sinilah ada keunikan dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran mendalam berfokus pada pengembangan High Order Thinking Skills (HOTS), yang merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

“Krisis itu kan ada di dalamnya memuat tentang HOT, high order, thinking, skill menjadi kemampuan berpikir kritis tingkat tinggi itu ya,” pungkasnya. (raqib)

Video: https://youtu.be/IyrrWfI0_4M?si=h2AmYnfiuzSMk4wI

 

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like