Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Agus Mauludin SE. (Foto: dok Agus)

Netizen Mass

Dari Orang Tua Kuningan: LKS Kecil di Meja Anak, Besar di Beban Kami

KUNINGAN (MASS) – Bagi sebagian orang, harga Lembar Kerja Siswa (LKS) mungkin tampak sepele. Namun bagi banyak orang tua di Kabupaten Kuningan, LKS bukan sekadar buku tipis berisi soal-soal, melainkan tambahan beban di tengah hidup yang makin sempit. Terlebih ketika sekolah disebut gratis, tetapi biaya terus datang lewat pintu samping.

Sebagai orang tua, kami jarang bertanya banyak. Ketika sekolah menyampaikan bahwa anak perlu membeli LKS, sebagian besar dari kami langsung mengangguk. Bukan karena mampu, tetapi karena takut anak kami tertinggal pelajaran.  Ketika guru mengajar dengan merujuk pada LKS, sementara anak tidak memilikinya, kami tahu siapa yang akan menanggung akibatnya, bukan sekolah, bukan penerbit, tetapi anak kami sendiri.

Kondisi ekonomi keluarga di Kuningan tidak seragam. Banyak yang hidup dari pertanian, buruh harian, pedagang kecil, atau pekerjaan informal dengan penghasilan tidak menentu. Dalam situasi seperti ini, biaya pendidikan tambahan—meski terlihat kecil—sering kali berarti harus mengurangi kebutuhan lain.

Ironisnya, pengorbanan itu terjadi di tengah janji sekolah gratis yang kami percaya.

Yang membuat kami semakin bingung, LKS disebut tidak wajib, tetapi praktiknya menjadi keharusan. Anak-anak diberi tugas dari LKS, ulangan mengacu pada LKS, bahkan pembahasan di kelas pun mengikuti halaman-halaman LKS tertentu.  Jika benar tidak wajib, mengapa anak yang tidak membeli selalu tertinggal?

Kami juga bertanya-tanya, mengapa bahan ajar seperti ini tidak bisa disediakan oleh sekolah. Bukankah ada dana BOS yang memang diperuntukkan bagi kegiatan pembelajaran? Mengapa justru orang tua yang kembali diminta menanggung biaya, sementara kami tidak pernah diajak berdiskusi atau diberi pilihan yang adil?

Sebagai orang tua, kami tidak menolak pendidikan yang berkualitas. Kami ingin anak-anak kami belajar dengan baik. Namun kualitas pendidikan tidak seharusnya dibangun di atas beban ekonomi keluarga. Pendidikan yang baik justru lahir dari sistem yang adil, transparan, dan berpihak pada peserta didik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kami tidak mempersoalkan LKS sebagai alat bantu belajar. Yang kami persoalkan adalah ketika LKS berubah menjadi kewajiban tak tertulis, tanpa alternatif, tanpa empati pada kondisi ekonomi keluarga.

Sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kami—bukan tempat pertama mereka belajar tentang ketimpangan.

Harapan kami sederhana. Jika sekolah gratis memang menjadi komitmen pemerintah daerah dan sekolah, maka bebaskanlah ruang kelas dari pungutan terselubung. Sediakan bahan ajar yang bisa diakses semua anak tanpa kecuali. Jangan biarkan pendidikan di Kuningan menjadi soal siapa yang mampu membeli, dan siapa yang harus mengalah.

Karena bagi kami, orang tua di Kuningan,  masa depan anak terlalu mahal untuk dibayar dengan LKS yang seharusnya tidak wajib.

Bahkan ada kekhawatiran Lebih jauh, praktik penjualan LKS membuka ruang konflik kepentingan.  Ketika guru atau sekolah terlibat dalam distribusi LKS tertentu, muncul pertanyaan tentang objektivitas, transparansi, dan potensi keuntungan yang tidak semestinya. Karena seyogyanya  Dunia pendidikan harus steril dari praktik semacam ini.

Sekolah gratis seharusnya dimaknai secara utuh:  bebas biaya wajib, bebas pungutan terselubung, dan bebas diskriminasi akses belajar.

 Jika LKS memang diperlukan, maka sekolah wajib memastikan ketersediaan bahan ajar alternatif yang gratis dan setara bagi seluruh siswa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jika tidak, maka istilah sekolah gratis hanya menjadi jargon kebijakan indah di dokumen tetapi timpang dalam kenyataan. Dan pada akhirnya, yang menanggung konsekuensinya bukanlah regulasi, melainkan anak-anak didik yang hak belajarnya tergerus secara perlahan.

Oleh: Agus Mauludin SE

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – BEM FFKS berkolaborasi dengan ORMAWA FFKS Universitas Muhammadiyah Kuningan baru saja sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial bertajuk “Berkah Ramadhan”, Jumat (13/3/2026)...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kuningan bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kuningan menggelar I’tikaf Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Islam dan Kesadaran Ekoteologi...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada Kamis (12/3/2026) kemarin, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda menggelar Silaturahmi Ulama dan Umaro dalam agenda Dialog...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Jika biasanya yang disubsidi itu BBM, kini belanja di pasar pun dapat subsidi. Tentu tidak semuanya, ini hanya program daei Pemerintah Kabupaten...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menyediakan akses pemantauan lalu lintas secara daring melalui CCTV. Akses itu bisa...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Kuningan menyelenggarakan aksi sosial berupa pembagian takjil gratis yang dilanjutkan dengan agenda Buka...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Jalan yang baru saja ditambal aspal hotmix di depan SD Negeri 2 Cibingbin viral di media sosial setelah terlihat terkelupas. Video...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyalurkan lebih dari 100 ton bahan pangan murah kepada masyarakat selama pelaksanaan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati International Women’s Day, Korps PMII Puteri (KOPRI) Cabang Kuningan menggelar kegiatan bertajuk “Symphony Pergerakan” di depan Pendopo Kabupaten...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Tumpukan limbah kayu di Desa Rajadanu, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan terbakar pada Kamis (12/3/2026) siang. Kebakaran tersebut diduga berasal dari pembakaran...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Menteri Kebudayaan RI Dr. H. Fadli Zon SS M Sc tertarik untuk datang langsung ke Kabupaten Kuningan. Hal itu diutarakannya saat...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, Nurul Haenie seorang mahasiswi 19 tahun, menunjukkan rasa peduli terhadap pendidikan dan literasi dasar di kalangan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Hujan rintik-rintik tidak menghalangi semangat jamaah Halaqoh Satu Hari Seribu Sholawat (SHSS) untuk melaksanakan aksi sosial bertajuk “SHSS Berbagi 1.000 Takjil”...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan tersebut merupakan hasil...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) longsor. Akibatnya di sekitar tempat usaha warga...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Hingga saat ini, terdapat 369 organisasi masyarakat (ormas) yang terdaftar di Kabupaten Kuningan. Hal itulah yang disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa...

Ragam

KUNINGAN ( MASS) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Kuningan melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “IWAPI Peduli” membagikan 400 paket sembako dan 1500 paket...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kuningan menyampaikan keprihatinan serius terhadap berbagai tindakan aparat kepolisian yang dinilai tidak mencerminkan prinsip penghormatan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah daerah Kabupaten Kuningan menargetkan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) ASN pada tanggal 12 sampai 13 Maret sudah dapat dibayarkan. Selain...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Pada dini hari tadi, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, pagar tembok SD Negeri 1 Karangkamulyan Kecamatan Ciawigebang, ambruk. Sekolah yang...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Satu rumah warga di Desa Situgede, Kecamatan Subang mengalami kerusakan setelah bagian dindingnya ambruk akibat kondisi tanah yang labil usai diguyur...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Partai Masyumi kembali muncul dalam kancah politik, termasuk di Kabupaten Kuningan. Ketua DPD Partai Masyumi Kuningan, H Suhendra mengumumkan niat untuk...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tak sedikit dari warga yang menganggap Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kuningan adalah badan yang fokus pada pengawasan Organisasi...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Menjelang berbuka puasa, Paguyuban Emak-emak Perum Ciporang kembali membagikan ratusan paket nasi kotak dan takjil kepada masyarakat yang melintas di jalur...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Pengiat Lingkungan AKAR dan Masyarakat Peduli Ciremai nampak mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kuningan, Rabu (11/3/2026). Mereka, ternyata melakukan laporan dugaan tindak...