KUNINGAN (MASS) – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan pada Sabtu sore (28/3/2026), mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah titik.
Tercatat, terdapat tiga lokasi terdampak longsor, yakni di Dusun Ciagi RT 3 RW 5, Dusun Cipipisan RT 1 dan 3 RW 1, serta Dusun Warudoyong RT 21 RW 5, Desa Tundagan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menjadi pemicu utama bencana tersebut.
“Pada hari Sabtu, hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengakibatkan beberapa titik longsor di Desa Tundagan,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan dan mengancam permukiman warga.
Di Dusun Ciagi, longsor terjadi di tebing samping rumah milik seorang warga lanjut usia, serta pada bagian tebing lain yang menimpa tembok penahan tanah di belakang rumah warga. Sementara di Dusun Cipipisan, longsor terjadi di beberapa titik, termasuk di belakang rumah warga serta di area bukit pasir nangka yang mengancam empat unit rumah.
Selain itu, di Dusun Cipipisan RT 1 RW 1, longsor juga terjadi pada tembok penahan tanah di samping rumah warga. Adapun di Dusun Warudoyong, longsor mengancam bangunan dapur SDN Tundagan.
Secara keseluruhan, delapan unit rumah dilaporkan dalam kondisi terancam, serta satu fasilitas umum berupa bangunan dapur sekolah terdampak.
Untuk penanganan darurat, BPBD Kuningan bersama aparat desa dan berbagai instansi terkait seperti TNI, Polri, Dinas Sosial, dan BAZNAS telah melakukan koordinasi dan langkah cepat di lapangan. Tim assessment juga telah diterjunkan guna melakukan pendataan dan kajian lebih lanjut.
Selain itu, aparat desa bersama masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsor di sejumlah titik, serta membuat saluran air dan penguatan darurat menggunakan bambu untuk mencegah longsor susulan.
Saat ini, proses pembersihan masih terus dilakukan. Pihak terkait juga terus berkoordinasi untuk langkah penanganan lanjutan.
Adapun kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi dukungan drone untuk pengambilan citra udara serta bantuan logistik bagi warga terdampak. (didin)














