Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Cara "Merayu" Yang Benar (Jomblo y Mampir)

KUNINGAN (MASS) – Setiap orang yang punya kekasih biasanya ia akan mengharapkan sesuatu dari yang dikasihinya itu.
Demikian pula, Sang Kekasih tidak akan memberikan apa yang diharapkan dari orang yang mengasihinya itu secara cuma-cuma, melainkan Dia sudah yakin bahwa orang yang mengasihinya benar-benar terbukti cintanya.
Eits, saya tidak sedang membicarakan dua orang dimabuk asmara lho. Ini bukan kisah Rama dan Shinta atau Romeo dan Juliet yang kata lagu “Aisyah Istri Rasulullah” hanya novel yang berisikan cerita semu.
Yang saya tulis ini adalah tips nyata bagaimana merayu Allah agar doa kita bisa dikabulkanNya.
Sebelum ke sana, kita tentu memiliki pandangan yang sama bahwa orang tua kita adalah dua makhluq yang rasa cintanya kepada kita tidak perlu diragukan lagi.
Apapun yang kita inginkan, sepanjang orang tua mampu, maka mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan.
Kalaupun tidak, pasti ada alasan tertentu, yang itu justru semakin membuktikan betapa cintanya mereka kepada anak-anaknya. Meskipun pada kondisi tertentu, kadang seorang anak harus merayu agar bisa dituruti keinginannya itu.
Demikian pula, Allah yang Maha Pemberi, Yang Maha Kaya, Yang maha Biajaksana—ketika para hambaNya memohon dalam doa, sangatlah mudah bagi-Nya untuk mengabulkannya.
Nah, sebagaimana seorang anak yang menginginkan sesuatu dari orang tua yang mencintainya, seorang hamba perlu juga ‘merayu’ Allah agar Dia tidak ragu lagi dalam memberi.
Bagaimana kita merayu Allah?
Abu Nawas, memberikan contoh kepada kita dalam merayu Allah dengan syairnya yang terkenal ini :
Illahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwaalan naril jahimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil adhimi. Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka.
Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.
Para Ulama pun memberikan arahan agar kita “merayu” Allah dengan cara berikut ini:
1.penuhi adab dalam berdoa
Saat berdoa, kita perlu memperhatikan adab-adabnya. Diantaranya : awali dengan pujian kepada Allah dan sholawat, berdoa di waktu dan keadaan yang mustajab, menghadap kiblat dan mengangkat tangan, berdoa dengan suara lirih, khusuk dan penuh harap, mengulang-ulang dalam berdoa, tidak tergesa-gesa agar dikabulkan, menghindari maknan yang haram, memperbanyak taubat, serta tidak mendoakan keburukan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
2.Optimis bahwa doa kita akan diterima
Optimisme seseorang biasanya berbanding lurus dengan kesuksesan.
Bayangkan seorang sales ketika menjual barangnya tidak disertai dengan optimisme. bagaimana konsumen mau membeli kalau penampilannya saja tidak meyakinkan.
Demikian pula dalam berdoa, optimisme bahwa doa akan dikabulkan sangat penting dimiliki saat seseorang berdoa.
Apabila tidak Optimis, itu sama saja kita berputus asa. Dan ini adalah perbuatan terlarang, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Quran Surat az-Zumar ayat 53 :
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
3.pasrah dan ikhlas dengan ketentuan Allah
Ikhlas merupakan kata yang mudah diucapkan, namun sulit untuk dipraktekkan. Perumpamaan orang yang ikhlas itu seperti halnya susu dalam tubuh binatang ternak.
Susu yang begitu bergizi dan mengandung manfaat itu amat dekat dengan darah dan kotoran, dan hanya dibatasi oleh lapisan yang sangat tipis yang kalau tidak dijaga, maka susu yang baik itu akan bercampur dengan sesuatu yang buruk sehingga tidak akan memberi manfaat sedikitpun.
Dalam operasional matematika, ikhlas itu seperti halnya angka nol dalam hitungan pembagian.
1 : 1 = 1
1 : 2 = 0,5,
1 : 0 = Tidak terhingga.
Semakin besar bilangan penyebutnya, maka hasilnya akan semakin kecil. Sebaliknya serapapun kecil angkanya, apabila dibagi dengan nol (0), maka akan menghasilkan nilai yang tidak terhingga.
Sesedikit apapun amalan seseorang, apabila dilakukan dengan ikhlas, maka akan mendapatkan balasan dari Allah dengan tidak terhingga.
4. sertai doa dengan sedekah
Apa yang diminta manusia saat berdoa tentunya adalah berupa kebaikan bagi dirinya, keluarganya, atau orang lain, seperti kemudahan harta, Kesehatan, dan sebagainya.
Semua kebaikan yang diminta apabila dikabulkan oleh Allah maka akan menjadi Rizki bagi manusia yang berdoa. Salah satu jalan agar kita mendapatkan kemudahan rizki adalah dengan bersedekah.
Sudah banyak kisah-kisah yang disampaikan oleh para ulama kita tentang keajaiban sedekah ini. Selain merupakan salah satu upaya menolak bala, orang yang amalan sedekah dijanjikan oleh allah mendapatkan balasan yang berlipat ganda.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqoroh : 261)
Dalam sebuah hadits juga diriwayatkan :
“Barangsiapa yang bersedekah senilai dengan satu butir kurma dari hasil usaha yang halal dan Allah tidak menerima kecuali yang halal, maka Allah menerimanya dengan tangan kananNya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala kembangbiakkan sedekah itu untuk orang yang bersedekah seperti salah satu diantara kalian mengembangbiakkan anak kudanya sehingga semakin banyak sampai seperti gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Bertawasul dengan amal sholeh.
Mungkin kita pernah mendengar kisah 3 orang yang terjebak di dalam gua? yang akhirnya mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal sholehnya masing-masing. Satu per satu mereka berdoa, lalu sedikit-demi sedikit batu gua yang menutupi itu bisa terbuka. Itulah contoh tawasul yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu, dan kita boleh melakukannya saat berdoa.
6.ikhtiarkan dengan sungguh-sungguh
Usaha tanpa disertai dengan doa adalah sombong. Namun Doa tanpa disertai dengan doa adalah bohong. Ya iyalah yang maha pemberi Rizki itu kan Allah. Kalau kita tidak berdoa karena merasa mampu untuk mendapatkan sesuatu dengan tangan sendiri, sungguh itu sebuah kesombongan seorang hamba. Sebaliknya, doa yang tanpa disertai usaha, bisa jadi hanya berakhir sia-sia saat di dunia.
Khalifah Umar bin khattab pada suatu siang pernah menjumpai sekelompok pemuda yang berkumpul di masjid. Para pemuda itu mengaku sebagai pemuda yang sedang bertawakal (berharap rizki) Allah dengan amalan dzikir, sholat sunnah,dan doanya. Apa kata umar kepada mereka?
“ Hai, anak muda, keluarlah dari masjid dan bekerjalah! Jangan kalian menjadi pembohong. Harus kalian tahu, Allah tidak menghujankan emas dari langit,”
Nah lo… Dari kata-kata Khalifah Umar tadi, kita paham bahwa setiap ada keinginan mendapatkan sesuatu, maka kita harus berikhtiar untuk mendapatkannya. Termasuk masalah jodoh. Kalau tidak kita jemput, ya mana mungkin ada pendamping hidup yang tiba-tiba turun dari langit.
Masalahnya, ketika kita merayu Allah dengan jurus-jurus di atas, sudahkah kita menganggap Allah sebagai kekasih? Mari kita renungi, sebab hanya Allah Yang Maha Mengetahui isi hati hambaNya.***
Penulis  : Edi Gunarto

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement