Tak Mengenyam Jenjang SMA, Pemuda Ini Hasilkan Puluhan Juta

KUNINGAN (MASS) – Kebutuhan ekonomi merupakan faktor penting dalam menjalani kehidupan ini. Usai menyelesaikan pendidikan di Sekolah SMA sederajat, biasanya kaum muda berbondong-bondong mencari dan memilah memilih pekerjaan dan perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikannya.

Adapun alasannya sudah barang tentu tiap individu berbeda-beda. Namun beda halnya dengan seseorang yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA sederajat karena faktor ekonomi.

Adalah Fajar Ali Adam (22) warga Kampung Babakan Desa Jagara Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan yang kini penghasilannya sudah mencapai 20 juta.
Dia mengaku awalnya serba bingung harus melakukan apa. Kendati demikian karena melihat kondisi ekonomi keluarga, hanya sebatas dengan modal niat, nekad dan semangat dia terus berjuang dan berpikir bagaimana caranya untuk menghasilkan uang.

“Awalnya sih belum kepikiran untuk masa depan, namun karena seiring pedihnya hidup jadi mau tidak mau saya harus berusaha untuk berjuang dengan modal niat, nekad dan semangat sebab modal materil pada saat itu saya tidak punya,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, kurang lebih selama 1 tahun lamanya yakni pada tahun 2017 dia sudah memiliki 4 kolam karamba dengan ukuran 6 x 6 di Waduk Darma.

“Ya awalnya pada tahun 2016 yang lalu saya ikut tetangga dalam mengelola ikan dan sampai saat ini juga saya tetap masih mengelolanya, namun dari situ saya punya alhamdulillah saya punya modal 350, saya belikan jaring (kecrik), untuk menangkap ikan,” tuturnya.

Dia mengatakan dalam sekali menjaring ikan dalam satu hari ia mendapatkan sebanyak 1 kg dan ia terus kumpulkan di kolam tetangganya yang ia pinjam. Luar biasanya dalam satu bulan ia jual ikan hasil tangkapannya dan mendapatkan 1 juta.

“Nah dari situ saya jadikan modal untuk membuat kolam karamba di waduk dan alhamdulillah setiap penghasilan dari penjualan saya selalu putar sampai sekarang, dan pada tahun 2017 alhamdulillah saya sudah punya 4 kolam ikan yang diisi ikan nila dan kancra saja,” ungkapnya.

Kurang lebih selama 7 sampai 8 bulan dalam sekali panen dia mampu menghasilkan 20 juta rupiah dan penghasilan bersihnya ia kantongi sebesar 15 juta rupiah dari hasil penjualannya itu.

Rupanya, Fajar Ali Adam ini mantan seorang atlet. Ketika dirinya merantau pada tahun 2012/2013 yang lalu, dia pernah menjadi ikut event olahraga angkat berat di kelas 52 kg mewakili Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatra Barat di tingkat Provinsi. (argi)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com