Main Ke Taman Kota, Jangan Lupa Mampir Ke Gang Kopi

KUNINGAN (MASS) – Bermain-main ke taman kota, ada baiknya mampir sejenak ke kedai yang satu ini.

kedai kopi yang namanya unik ini, ternyata memang memiliki posisi yang sama uniknya, Gang Kopi.

Sesuai namanya, Gang Kopi ini, ternyata memang diambil dari nama tempatnya berdiri, yani di sebuah gang diantara dua bangunan.

Meski terletak di sebuah gang, nyatanya tetap didekorasi sedemikian rupa agar pengunjung bisa nyaman. Dengan banyak ornamen klasik, lukisan, aquarium, dan damar.

Gang Kopi bisa menjadi salah satu referensi setelah berkeliling di taman kota.

Pemiliknya adalah Ucu Cahyana, lelaki kelahiran Windusengkahan 30 tahun lalu itu, menyulap gang antara dua bangunan, menjadi kedai yang menyediakan minuman kopi dan non kopi.

Lulusan Akuntansi Uniku tersebut menjelaskan, sebelum menjadi kedai, gang tersebut sebelumnya memang dipakai usaha.

“Awalnya gang, terus dipakai garasi. Dipake jualan es, malah yang terakhir itu bakso. Setelah itu, baru kita pake buat kedai,” ujarnya pada kuninganmass.com beberapa waktu lalu.

Saat ini, untuk alasan keamanan, ujung gang sudah ditutupnya. Dekorasi-dekorasi sederhana, serta detail tersebut, ternyata dibuatnya secara pribadi. Namun, beberapa lukisan memang ada bantuan rekan lain.

Menu andalannya saat ini adalah kopi dengan gula aren. Biasnaya, lebih dikenal dengan sebutan kopi keren.

Selain itu, Capucino dan kopi racikan Gang Kopi pun, wajib dicoba. Semua harganya standar, bahkan lebih rendah dari kedai lain di Kuningan.

“Kebanyakan sih pelanggannya dari luar, umum. Mereka main ke taman kota, liat ada kedai mampir. Tapi banyak juga pelajar dan mahasiswa, makanya kita sediakan juga minuman non kopi yang murah, kayak es teh manis 5 ribu,” jawabnya saat ditanyai pasar mana saja yang sudah terbentuk.

Berdiri sejak Juli 2019, ternyata Gang Kopi masih didominasi kopi luar kota. Selain untuk pembeda dengan kedai lainnya, harga yang bersaing pun dipilihnya.

Saat ini, di kedainya pun olahan minuman baru terus dikembangkan untuk inovasi. Seperti yang baru dilaunching beberapa waktu lalu, Dalgona Pelangi.

”(Setelah pandemi ini, porsi berkurang, red) Jadi pas ramainya ya ada (paling, red) 30 cup. Tapi kedepannya sih, cita-citanya jadi banyak cabang, baik di luar kota, maupun dalam kota,” ujarnya penuh harap. (eki)