KUNINGAN (MASS) – Permasalahan kabel udara fiber optik yang semrawut dan dinilai mengganggu estetika serta membahayakan keselamatan masyarakat di Kabupaten Kuningan segera ditangani secara serius. Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan penataan kabel ini tidak hanya menciptakan kerapihan kota, tetapi juga mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah.
Hal itu disampaikan Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, usai menggelar diskusi bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) terkait penataan kabel udara utilitas fiber optik, Senin (9/2/2026), di Ruang Kerja Bupati Lantai 2 Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.
Bupati Dian mengungkapkan, kondisi kabel yang menjuntai ke jalan dinilai sangat membahayakan pengguna jalan dan telah banyak dikeluhkan masyarakat maupun media.
“Kalau saya lihat memang banyak yang pasuranteng (semrawut), ngambai (menjuar) ke jalan, ini kan berbahaya bagi masyarakat kita. Saya juga menerima aspirasi dan keluhan dari masyarakat dan media juga,” ujarnya.
Dian menyampaikan, dari hasil pertemuan itu, Pemkab Kuningan dan Apjatel sepakat untuk segera melakukan penertiban dan perapihan kabel udara. Penertiban awal direncanakan mulai dilakukan pada Rabu mendatang.
Tak hanya itu, Bupati juga memaparkan konsep jangka menengah dengan memindahkan kabel fiber optik dari udara ke bawah tanah melalui sistem ducting. Rencananya, pemerintah daerah akan segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak terkait.
“Kita akan merubah abel-kabel optik di udara itu akan saya buatkan di bawah ducting. Tadinya saya ingin mulai puasa, tapi karena berhubungan jalan atau trotoar berantakan, kemungkinan setelah Lebaran kita mulai,” jelasnya.
Sebagai tahap awal, proyek tersebut akan dijadikan pilot project di sejumlah ruas jalan strategis. Awalnya direncanakan dari Bundaran Cijoho hingga Pertigaan Pertanian Cigadung, namun cakupannya berpotensi diperluas hingga kawasan Gedung DPRD Kuningan, Kuningan Islamic Center (KIC) dan Cirendang.
Proyek tersebut dirancang tanpa menggunakan anggaran APBD. Pemkab Kuningan menggandeng Apjatel untuk pembiayaan, sekaligus menerapkan sistem sewa. “Selama ini kabel-kabel itu dipasang tanpa ada komitmen apa pun ke pemerintah daerah,” tuturnya.
Dari kebijakan tersebut, Pemkab Kuningan melihat potensi PAD yang cukup besar dan ditargetkan hingga miliaran.
“Ada potensi PAD, lumayan ratusan juta, mungkin saya targetkan miliaran nanti. Kita coba terus menggali potensi-potensi PAD. Jadi ini sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Kota akan semakin tertata, keamanan pengguna jalan terjamin, dan PAD masuk ke kas daerah,” pungkasnya. (didin)








