Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Suwari Akhmaddhian. (Foto: Dok Suwari)

Insiden

Bupati Diminta Segera Evaluasi dan Moratorium Perizinan di Kawasan Palutungan

KUNINGAN (MASS) – Akademisi Kuningan Prof Suwari Akhmaddhian turut angkat bicara soal longsor yang terjadi di kawasan wisata kawasan Palutungan. Ia menekankan, investasi dan lingkungan sudah seharusnya saling mendukung satu sama lain.

“Bahwa investasi (pembangunan) dan lingkungan harus saling mendukung yang tercermin dalam konsep Pembangunan Berkelanjutan dengan 5 prinsip,” ujarnya.

Adapun 5 (lima) prinsip tersebut diantaranya prinsip keadilan antar generasi, lalu prinsip keadilan dalam satu generasi. Selain itu, prinsip pencegahan dini, prinsip perlindungan keanekaragaman hayati dan prinsip internalisasi biaya lingkungan.

“Dan terus berkembang menjadi Millenium Development Goals dan pada 2015 menjadi Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals),” terangnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mengutip dari Otto Soemarwoto, Suwari menyebut bahwa tolak ukur pembangunan berkelanjutan terdiri dari 6 aspek,yaitu Pro lingkungan hidup, Pro rakyat miskin, Pro kesetaraan gender, Pro penciptaan lapangan kerja, Pro dengan bentuk NKRI dan harus anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Bupati Kuningan sebagai pemegang mandat rakyat harus segera melakukan evaluasi terhadap perizinan investasi yang saat ini sudah dikeluarkan dan sedang berjalan apakah sudah sesuai dengan kebijakan Pemerintahan Kuningan yaitu Kuningan Kabupaten Konservasi dan visi misi Bupati yaitu Lestari yaitu Pembangunan sosial dan fisik berlangsung dalam bingkai pembangunan sumberdaya alam dan lingkungan yang berkelanjutan berdasarkan prinsip konservasi sedangkan Misinya yaitu Menjaga komitmen kelestarian sumberdaya alam, daerah tangkapan air dan mengurangi emisi lingkungan,” tutur Suwari, yang juga guru besar ilmu hukum tersebut.

Ia juga kemudian menyebut sebuah regulasi yang bisa menjadi pijakan yaitu  antara lain Perda No.05 Tahun 2009 Jo. 13 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kuningan Tahun 2005-2025. Diatur pula dalam Perda Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kuningan Tahun 2018–2023 dan Instruksi Bupati Kuningan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Konservasi Air Tanah.

Serta, lanjut Suwari, ada juga Perda Kabupaten Kuningan Nomor 13 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Air dan banyak regulasi lain yang memberikan kewenangan kepada Bupati Kuningan untuk melakukan evaluasi terhadap perizinan di kawasan Palutungan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dikatakannya, evaluasi terhadap perizinan di kawasan Palutungan sangat penting untuk mengetahui dan menganalisis apakah para investor taat terhadap berbagai peraturan yang ada mulai dari Undang-undang sampai Instruksi Bupati. Juga sejauh mana para aparatur di pemda Kuningan melakukan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap perizinan yang sudah diberikan.

“Bupati Kuningan juga harus melakukan moratorium terhadap perizinan di kawasan Palutungan setidaknya untuk 1 (satu) tahun ke depan supaya fokus dalam melakukan evaluasi perizinan yang sudah dikeluarkan. Evaluasi perizinan di kawasan palutungan sebaiknya dilakukan oleh tim yang independen dan mempunyai kompetensi dan integritas yang mumpuni,” terangnya.

“Pemda Kuningan jangan hanya mau pajaknya saja tapi tidak mau melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap para investor di Kuningan. Bencana longsor adalah gejala bahwa daya dukung lingkungan di Kawasan Palutungan sudah lemah, seandainya daya dukung lingkungannya masih kuat hujan sebesar apapun tidak akan terjadi longsor, contohnya adalah hutan rimba di kawasan TNGC hujan sebesar apapun apabila tutupan vegetatifnya rapat tidak akan terjadi bencana longsor karena air hujan akan menimpa daun dan menjalar turun ke pohan dan sampailah ke tanah,” imbuhnya.

Para investor di kawasan Palutungan, kata Suwari, diminta untuk segera melakukan upaya rehabilitasi dengan melakukan perbaikan lingkungan dengan cara penanaman pohon dan kegiatan lainnya sehingga daya dukung lingkungan dapat pulih kembali dan masyarakat di lereng kawasan palutungan mendapatkan sumber air yang melimpah kembali seperti dahulu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Tentunya untuk kedepan selain evaluasi di kawasan Palutungan juga diperlukan evaluasi terhadap alih fungsi lahan yang tidak tertata dengan baik di Kabupaten Kuningan, maka Bupati, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman serta dinas terkait lainnya harus menjalankan Perda Kabupaten Kuningan Nomor 13 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Air dan Instruksi Bupati Kuningan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Konservasi Air Tanah supaya bencana banjir dan kekeringan dapat dikendalikan” ujar Dosen Fakultas Hukum tersebut. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Per akhir tahun 2025 kemarin, ada 40 organisasi kepemudaan yang aktif, dengan anggota berusia antara 16 hingga 30 tahun. Jumlah anggota...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Disebut-sebut aebagai yang paling diberi fasilitas oleh Waduk Darma sehingga menimbulkan gejolak diantara desa penyangga, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat tenang...

Regional

KUNINGAN (MASS) – Manajer Waduk Darma Fivih Handayani selaku perpanjangan tangan dari PT Jaswita, badan usaha milik Pemprov Jawa Barat, mengaku berterima kasih dan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan mahasiswa menyambut bulan suci Ramadhan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Al-Ihya Kuningan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diwarnai dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nalar kritis di tengah...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Natia, mahasiswi jurusan Akuntansi Syariah di UIN Syekh Nurjati Cirebon, baru-baru ini mendapatkan menyabet gelar Duta Baca Favorit Kabupaten Kuningan tahun...

Religi

KUNINGAN (MASS) –  Umat Muslim di Kabupaten Kuningan mulai mempersiapkan diri menyambut pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dengan memperhatikan jadwal imsak dan waktu berbuka puasa...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Menanggapi polemik rencana pembangunan tower di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, pihak kontraktor memberikan klarifikasi atas sejumlah tudingan yang beredar...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Program-program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan selama satu tahun kepemimpinannya, dinilai cenderung positif oleh masyarakat. Setidaknya hal itulah yang dikatakan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Perkumpulan AKAR menggelar aksi solidaritas di Taman Dahlia, depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (18/2/2026) sore ini. Aksi itu diikuti komunitas penggiat...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Masyarakat sekitar pembangunan tower di Desa Bojong Kecamatan Kecamatan Cilimus memilih mendatangi balai desa pada Rabu (18/02/2026) pagi ini. Mereka datang...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Ribuan warga mengikuti pawai obor dan lampion dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (16/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Zona tradisional di Taman Nasional yang perlu kita ketahui yaitu area yang dialokasikan khusus bagi masyarakat adat atau lokal untuk memanfaatkan...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026. Penetapan tersebut disampaikan oleh Menteri...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Enam kader Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Kuningan resmi lulus sebagai Duta Baca Kabupaten Kuningan. Keberhasilan ini menjadi kabar membanggakan sekaligus...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Adalah Ayep Setiawan SIP, sosok yang kini menahkodai DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kabupaten Kuningan. Lelaki yang juga dikenal dengan...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pondok Pesantren menyelenggarakan Pawai Tarhib Ramadhan pada Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Seperti dikupas di beberapa tulisan lalu bahwa kolam Cigugur memiliki ikan yang cerdas selain langka dan endemik hanya ada di sekitar...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan secara resmi menghentikan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Yayasan Al-Imam menggelar kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan yang diikuti oleh seluruh...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Meski masih tersisa benerapa bulan, kepengurusan KNPI Kabupaten Kuningan dibawah nahkoda Ahmad Jayadi akhirnya menggelar Musda XVII, Senin (16/2/2026). Dalam kegiatan...

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Pasca wawancara dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM),Ketua Panitia Seleksi Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kuningan Periode 2026–2031, akhirnya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar M Si, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi kemacetan yang sering terjadi di jalan depan Yogya, terutama...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan menggagas Gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) dan Shalat Subuh Berjamaah menjelang bulan Ramadhan. Inisiasi tersebut, diapresiasi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus pada Minggu (15/2/2026), sekitar pukul 17.20 WIB. Seorang pengendara...