Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Kampung Ramadhan Silebu.

Desa

Bupati Canangkan Program NATADAYA, Tapi Kampung Ramadhan Silebu Sudah Duluan

KUNINGAN (MASS) – Di tengah wacana pembangunan desa yang kerap terjebak pada retorika program dan janji penataan, pemuda Desa Silebu, Kecamatan Pancalang justru menunjukkan perubahan tidak selalu harus menunggu realisasi kebijakan. Melalui Program Kampung Ramadhan yang kini memasuki tahun ke-9, Karang Taruna Nirwana Silebu membuktikan alun-alun desa dapat hidup sebagai pusat ekonomi, budaya, dan spiritualitas tanpa menunggu pembangunan fisik berskala besar.

Sekretaris Umum Karang Taruna Nirwana Silebu Yayat Hidayatulloh, menyebutkan Ironis apa yang mereka lakukan sejatinya sejalan dengan visi pemerintah daerah melalui program NATADAYA: penataan alun-alun desa sebagai pusat aktivitas ekonomi, wisata, dan budaya.

“Bedanya, NATADAYA masih berada pada tataran kebijakan yang belum sepenuhnya terealisasi, sementara Kampung Ramadhan telah berjalan konsisten hampir satu dekade,” tuturnya kepada kuninganmass.com Sabtu (21/2/2026).

Alun-Alun sebagai “Ruang Publik” yang Hidup. Filsuf Jerman Jürgen Habermas, kata Yayat, dalam teorinya tentang ruang publik (public sphere) menjelaskan bahwa ruang publik adalah arena diskursus di mana warga bertemu, berdialog, dan membangun kesadaran kolektif. Alun-alun desa, dalam konteks Indonesia, adalah bentuk konkret dari ruang publik tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Sekretaris Umum Karang Taruna Nirwana Silebu Yayat Hidayatulloh.

“Namun, ruang publik tidak hidup hanya karena ada bangunan atau hamparan tanah lapang. Ia hidup karena ada aktivitas, partisipasi, dan interaksi sosial,” tambahnya.

Kampung Ramadhan di Silebu menghadirkan itu semua. Setiap tahun, rata-rata 80 lapak UMKM dan pedagang kaki lima memenuhi alun-alun desa. Tapi kegiatan ini bukan sekadar pasar musiman. Karang taruna membangun ekosistem: ada kajian keagamaan, lomba-lomba Islami, santunan sosial, hingga kegiatan kemasyarakatan lain yang secara sadar dirancang untuk mendatangkan arus pengunjung.

“Dalam bahasa teori pembangunan, ini disebut demand creation—menciptakan keramaian melalui aktivitas sosial dan kultural, bukan hanya menyediakan ruang jualan,” tandasnya.

Sosiolog Amerika Ray Oldenburg memperkenalkan konsep third place atau ruang ketiga, ruang di luar rumah (first place) dan tempat kerja (second place) yang menjadi titik temu sosial masyarakat. Ruang ketiga inilah yang memperkuat kohesi sosial dan membangun identitas komunitas.

“Desa Silebu memiliki modal sosial yang unik: tujuh pondok pesantren serta peninggalan situs Hindu-Buddha. Kombinasi religiusitas dan sejarah ini menciptakan lanskap sosial yang kaya,” tambahnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketika alun-alun desa dihidupkan melalui Kampung Ramadhan, ia tidak hanya menjadi pasar sementara, tetapi ruang ketiga yang produktif empat santri, warga, pelaku UMKM, dan generasi muda berinteraksi.

“Pembangunan modern tidak lagi bertumpu pada pendekatan top-down. Teori governance partisipatif menekankan pentingnya kolaborasi multipihak: pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial,” jelasnya.

Karang Taruna Nirwana Silebu memahami ini. Mereka menggandeng lembaga desa, lembaga pendidikan, bahkan organisasi kemahasiswaan. Nilai kolaboratif ini membuat Kampung Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan sosial yang terus tumbuh.

“Program NATADAYA Kabupaten Kuningan memiliki visi yang progresif: menjadikan alun-alun desa sebagai pusat ekonomi, wisata, dan budaya. Namun tantangan klasik kebijakan publik sering muncul pada tahap implementasi mulai dari keterbatasan anggaran, prioritas pembangunan, hingga birokrasi teknis,” tegasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jika diasumsikan setiap lapak menghasilkan omzet konservatif Rp500.000 per hari—angka yang relatif moderat untuk momentum bulan Ramadhan—maka potensi perputaran uang mencapai Rp40.000.000 per hari. Dalam 30 hari, total sirkulasi ekonomi dapat menembus Rp1,2 miliar.

“Angka tersebut tentu bersifat estimatif, namun cukup menggambarkan skala dampak ekonomi lokal. Artinya, tanpa disadari, pemuda telah menciptakan prototipe implementasi NATADAYA dalam skala desa,” paparnya.

Jika pemerintah daerah jeli, praktik ini dapat dijadikan model kebijakan berbasis komunitas (community-driven development), bukan sekadar proyek infrastruktur. Selama ini, pemuda sering ditempatkan sebagai pelengkap acara atau tenaga sukarela.

“Padahal, apa yang terjadi di Silebu menunjukkan pemuda mampu menjadi aktor strategis pembangunan. Mereka mengorganisasi ruang, menggerakkan ekonomi, membangun jejaring, dan menjaga nilai-nilai religius serta sosial,” tambahnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Secara normatif, pemerintah telah memiliki kerangka hukum yang kuat. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menegaskan bahwa pemuda berperan sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan. Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam berbagai dokumen strategisnya menempatkan pengembangan kapasitas (capacity building) sebagai prioritas.

“Namun, data partisipasi dan dukungan anggaran di tingkat lokal kerap menunjukkan kesenjangan antara regulasi dan implementasi. Di banyak desa, dukungan terhadap organisasi kepemudaan masih terbatas pada fasilitasi administratif atau bantuan seremonial, bukan pada pendampingan manajerial, penguatan kelembagaan, maupun akses pembiayaan berkelanjutan,” tambahnya.

Kini tantangannya adalah bagaimana pemerintah daerah dan pemuda dapat bertemu dalam satu visi yang sama. Pada momentum 1 tahun pemerintahan pasangan Dian-Tuti, salah satu program yang belum terhirup kehadirannya ialah program NATADAYA.

“NATADAYA membutuhkan energi komunitas. Sementara gerakan pemuda membutuhkan dukungan kebijakan yang lebih sistematis. Jika kolaborasi ini terwujud, bukan mustahil alun-alun desa di Kabupaten Kuningan benar-benar menjadi pusat ekonomi, wisata, dan budaya seperti yang dicita-citakan,” pungkasnya. (raqib)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Candrika Adhiyasa, ahli lingkungan sekaligus konsultan lingkungan asal Kuningan, menyatakan pentingnya kepastian regulasi dalam penyadapan getah pinus di lereng Gunung Ciremai....

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Sosialisasi pembangunan kandang ayam oleh PT New Hope Indonesia pada Rabu (18/2/2026) di aula balai Desa Cihirup menjadi tempat. Dalam sosialisasi...

Desa

KUNINGAN (MASS) – IRMAS Jami Al Huda Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan, menggelar kegiatan Ramadhan Fair sepanjang bulan puasa tahun 2026 ini. Ramadhan Fair aendiri...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Lahir dan besar di Kabupaten Kuningan, da’i muda Jawa Barat ini bakal tampil ajang dakwah di TV nasional, AKSI (Akademi Sahur...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR) yang dirilis baru-baru ini, angka ketidakpuasan masyarakat ke kinerja aparat desa di Kabupaten Kuningan ternyata cukup...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Negara hukum (Rechtstaat) bukan sekadar negara yang memiliki aturan, melainkan negara yang mampu mendistribusikan keadilan secara proporsional. Dalam APBN 2026, pemerintah...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR), lembaga penelitian asal Kabupaten Kuningan, menunjukkan respon terhadap program MBG, belum meyakinkan. Pasalnya, meski lebih dari...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Netizen Mass

Kultum Ramadhan Bismillahirrahmanirrahim.Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat dan salam...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pendopo Kabupaten Kuningan kembali didatangi massa aksi, Jumat sore (20/2/2026). Aksi itu digelar sebagai bentuk refleksi satu tahun kinerja Bupati Kuningan....

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Lama tak terdengar, publik belum tahu bagaimana dan siapa yang akan menakhodai Baznas Kabupaten Kuningan. Kita sekarang sudah di bulan ramadhan,...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Di tengah dinamika kehidupan generasi muda, Nur Aisya Kilat Banyu yang kerap disapa Eca kini berusia 20 tahun dan sedang aktif...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Desa Cipicung, Kecamatan Cipicung, pada Kamis (19/2/2026), sore. Insiden...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kuningan angkat bicara perihal skema rekrutmen “relawan” dalam Program Makan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Per akhir tahun 2025 kemarin, ada 40 organisasi kepemudaan yang aktif, dengan anggota berusia antara 16 hingga 30 tahun. Jumlah anggota...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Disebut-sebut aebagai yang paling diberi fasilitas oleh Waduk Darma sehingga menimbulkan gejolak diantara desa penyangga, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat tenang...

Regional

KUNINGAN (MASS) – Manajer Waduk Darma Fivih Handayani selaku perpanjangan tangan dari PT Jaswita, badan usaha milik Pemprov Jawa Barat, mengaku berterima kasih dan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan mahasiswa menyambut bulan suci Ramadhan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Al-Ihya Kuningan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diwarnai dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nalar kritis di tengah...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Natia, mahasiswi jurusan Akuntansi Syariah di UIN Syekh Nurjati Cirebon, baru-baru ini mendapatkan menyabet gelar Duta Baca Favorit Kabupaten Kuningan tahun...

Religi

KUNINGAN (MASS) –  Umat Muslim di Kabupaten Kuningan mulai mempersiapkan diri menyambut pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dengan memperhatikan jadwal imsak dan waktu berbuka puasa...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Menanggapi polemik rencana pembangunan tower di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, pihak kontraktor memberikan klarifikasi atas sejumlah tudingan yang beredar...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Program-program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan selama satu tahun kepemimpinannya, dinilai cenderung positif oleh masyarakat. Setidaknya hal itulah yang dikatakan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Perkumpulan AKAR menggelar aksi solidaritas di Taman Dahlia, depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (18/2/2026) sore ini. Aksi itu diikuti komunitas penggiat...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Masyarakat sekitar pembangunan tower di Desa Bojong Kecamatan Kecamatan Cilimus memilih mendatangi balai desa pada Rabu (18/02/2026) pagi ini. Mereka datang...