Beres Hajatan, Dua Motor Milik PNS Kuningan Diembat Maling

KUNINGAN (Mass)-  Musibah datang tidak disangka-sangka. Begitulah yang terjadi dengan Enjang Taryana warga Perum Cigintung Blok C RT 14/06 Kelurahan Cigintung Kecamatan Kuningan.

Usai mendapatkan kebahagian dengan menikahkan putrinya, ternyata PNS yang berkerja di Dinas Koperasi dan UKM Kuningan itu  mendapatkan musibah dimana dua motor diembat maling. Kejadian pencurian motor baru diketahui Sabtu shubuh sekitar jam 05.00 ketika ia akan membuka pintu pagar rumah.

Enjang kaget bukan kepalang ketika melihat dua motor jenis Honda Vario Nopol E2659 ZW  dan Honda CB 150 R nopol E5161 ZY lenyap di halaman rumahnya. Sedangkan motor Mio yang diparkir paling pojok masih ada.

Ketika melihat pintu pager ternyata sudah sedikit terbuka. Sedangkan kunci gebmbok raib digondol maling. Diperkirakan kejadian sekitar jam 03.00 karena pada jam 03.30 ada warga yang melintas melihat pintu pagar sudah dalam keadaan terbuka.

Atas kejadian ini korban menderita kerugian sekitar Rp25 juta. Motor CB sendiri digunakan oleh anaknya yang bekerja di Cirebon.

“Saya mau memasukan motor ke dalam rumah namun karena pinuh tidak jadi. Kebetulan saudara yang membantu hajatan belum pulang, sehingga tidur dibagian depan rumah. Posisi gorden rumah tidak ditutup lampu luar pun terang namun karena kecapaian seisi rumah tidak mendengar maling membawa kabut motor,” tutur Enjang.

Bagi Enjang musibah ini diterima dengan lapang dada semoga ada gantinnya yang lebih besar dari harga motor. Ia mengaku, kasian dengan anaknya yang membutuhkan motor untuk bekerja.

“Semoga kejadian ini menjadi perhatian warga Cigintung  agar lebih waspada. Kemudian pihak kepolisian agar lebih meningkatan  keamanan karena dengan kejadian ini berarti Perum Cigintung sudah tidak aman lagi,” tandasnya.

Sekedar informasi pintu masuk dari Jalan Soekarno atau Jalan Lingkar ke Blok C biasanya di portal. Namun pada malam kejadian tidak diportal. Dengan begitu pelaku leluasa mengambil motor.

Diperkirakan mereka sindikat curanmor yang menggunakan mobil dan sudah terorganisir. Ini  bisa terlihat dengan aksi mereka yang tidak diketahui warga. (agus)