KUNINGAN (MASS) – Suasana berburu takjil di Jalan Soekarno, Kelurahan Purwawinangun, tepatnya di simpang empat Jalan Pramuka arah Tugu Bola Dunia, tetap ramai menjelang waktu berbuka puasa. Kawasan ini menjadi salah satu titik favorit warga untuk mencari hidangan berbuka.
Beberapa hari kebelakang, area ini dipadati pedagang dan pemburu takjil hingga sempat menyebabkan penutupan jalan karena arus lalu lintas terganggu. Namun kini, aktivitas perdagangan tetap berlangsung dengan pengaturan baru dengan pembatasan pedagang.
Meski area itu masih digunakan untuk berdagang, namun kini jalur perempuan arah Tugu Bola Dunia tersebut bisa dilalui oleh pengendara roda dua maupun roda empat.
Koordinator pedagang di lokasi tersebut, Hidayat, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan atas kebijakan yang diberikan. Ia mengakui bahwa aktivitas berdagang di lokasi tersebut sejatinya menyalahi aturan.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah. Walaupun kita sadari dan kita akui, berdagang di sini itu menyalahi aturan. Tapi ya, ibaratnya hanya setahun sekali mencari bekal Lebaran,” ujar Hidayat, Minggu (1/3/2026).
Menurut Hidayat, pemerintah daerah akhirnya mengizinkan aktivitas tersebut dengan sejumlah catatan terkait ketertiban serta memprioritaskan warga Kelurahan Purwawinangun. Mulai hari ini dan seterusnya, pedagang yang diperbolehkan berjualan di lokasi tersebut adalah warga Purwawinangun, dengan jam operasional pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
“Yang berdagang mulai hari ini adalah warga Kelurahan Purwawinangun. Kalau yang dari luar, kami sarankan mencari tempat lain. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan lokasi seperti di Langlang Buana, Siliwangi, atau Taman Kota,” jelasnya.
Meski sempat muncul wacana penutupan total, Hidayat memastikan lokasi tersebut tidak jadi ditutup. Ia menilai memindahkan seluruh pedagang bukan perkara mudah, mengingat jumlahnya yang cukup banyak serta daya tarik lokasi yang sudah dikenal masyarakat.
Menariknya, para pedagang di lokasi tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun. Hidayat menegaskan, tidak ada pungutan, baik bagi pedagang lokal maupun dari luar daerah.
“Di sini gratis. Tidak dipungut serupiah pun. Ada kepuasan tersendiri karena ramai dan dagangan laris,” katanya.
Ia juga menyebutkan hampir 99 persen dagangan yang dijajakan merupakan menu khas berbuka puasa, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Bahkan, menurutnya, lokasi tersebut sempat dikunjungi anggota DPRD Jawa Barat.
Dengan adanya pengaturan baru ini, ia mewakili para pedagang berjanji akan menjaga ketertiban. “Semoga ke depan bisa lebih tertib,” pungkas Hidayat. (didin)
















