KUNINGAN (MASS) – Meski sebelumnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadan jatuh pada hari Rabu 18 Februari 2026. Namun, di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan metode rukyatul hilal hingga saat ini belum menetapkan tanggal pasti untuk pelaksanaan ibadah puasa.
Sekretaris IPNU Kabupaten Kuningan Imin Abdul Muhaimin, menjelaskan bahwa NU masih belum melakukan proses penentuan awal Ramadan. “Sampai saat ini belum ada update resmi di website NU Online terkait pelaksanaan awal Ramadan,” ujarnya Senin (19/1/2026).
Imin menambahkan NU menggunakan metode rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan. Metode ini melibatkan pengamatan langsung terhadap penampakan bulan sebagai tanda dimulainya bulan Ramadan.
“Selama ini, kami menunggu pengumuman resmi setelah proses rukyatul hilal dilakukan,” tambahnya.
Biasanya, keputusan mengenai awal Ramadan dari NU akan diumumkan di website resmi NU Online. Namun, hingga saat ini, informasi tersebut belum tersedia. Menurut Imin nanti pasti akan di update informasi mengenai rukyatul hilal di website NU secepatnya. “Nanti akan diumumkan setelah hasil rukyatul hilal,” ujarnya.
Kedua organisasi ini memiliki cara masing-masing dalam menentukan awal bulan, yang menjadi ciri khas bagi masing-masing. Masuknya bulan Ramadan menjadi saat yang penting bagi umat Islam.
Di Bulan Ramadan umat islam biasanya berusaha meningkatkan ibadah dan memperbanyak kebaikan. Oleh karena itu, kepastian tentang awal Ramadan sangat dibutuhkan oleh semua, agar mereka bisa mempersiapkan diri dengan baik. (raqib)











