KUNINGAN (MASS) – Setelah sempat viral kasus warga Kabupaten Kuningan yang terjebak di Kamboja, korban dugaan penipuan kerja, kini muncul lagi warga Kelurahan Cipari yang diduga bernasib sama, terjebak kerja.
Namun ternyata, informasi itu belum sampai ke Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si. Ia nampak kaget saat dikonfirmasi hal tersebut, Sabtu (28/3/2026) siang. “Belum,” jawab Bupati Dian.
Saat dikonfirmasi hal tersebut, Bupati kembali mengulang hal yang pernah diimbaunya bersama Kapolri, saat memulangkan warga Kuningan korban penipuan kerja serta TPPO, dari Kamboja.
“Makanya saya dulu menghimbau bersama Kapolri, hati-hati menerima tawaran (kerja) di luar negeri,” ungkapnya.
Pasca dikonfirmasi hal tersebut, Bupati mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transimgrasi (Disnakertrans). “Nanti saya koordinasi dengan Kadisnaker, Pak Toto,” ucapnya.
Baca:
Sebelumnya, warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, dilaporkan diduga menjadi korban penipuan dan eksploitasi tenaga kerja di luar negeri. Adalah AS, yang belakangan dikatakan berhasil melarikan diri dan mengadu ke KBRI, kendati sekarang masih terisolir disana.
AS dikatakan mengenal seorang agen lewat Facebook pada pertengahan Desember 2024. Agen itu menjanjikan pekerjaan di restoran Padang. Karena percaya, AS diminta berangkat ke Jakarta untuk mengurus paspor. Semua biaya, katanya, ditanggung agen AS menginap di Aeropolis dan pembuatan paspor di Depok diatur oleh agen tersebut.
Namun saat check-in di Bandara Soekarno Hatta, AS sempat ditolak karena petugas menilai tujuan perjalanannya ke Malaysia hanya untuk berlibur, bukan bekerja. Agen kemudian menyuruhnya kembali ke hotel dan menunggu sampai sore. Setelah diizinkan masuk, AS berhasil berangkat ke Malaysia, lalu dua jam berikutnya diberangkatkan menuju Kamboja. (eki)














