KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, mengungkapkan perang yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel dan sekutunya akan berdampak pada ketersediaan bahan pokok, khususnya bawang putih.
Wahyu menyatakan bawang putih merupakan satu-satunya komoditas yang ada dalam daftar bahan pokok yang dijual di GPM yang selama ini diimpor. Ia menambahkan, kondisi perang yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan bawang putih ke Indonesia.
“Yang dari luar itu paling paling kalau kita lihat di sini bawang putih. Karena kalau yang lain itu semua dari lokal,” tuturnya pasca kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Desa Pangkalan, Kecamatan Ciawigebang, pada Rabu (4/3/2026).
Ia juga menjelaskan potensi dampak yang lebih besar jika terjadi gangguan pada pasokan bahan pangan lain yang diimpor. Termasuk bawang putih ini menjadi komoditas yang paling rentan.
“Kalau terkait bahan pangan yang terpengaruh perang itu berarti bahan pangan yang dari luar,” tambahnya.
Wahyu menegaskan ketahanan pangan sangat penting untuk memastikan rakyat tidak kesulitan mendapatkan bahan makanan, meskipun dunia sedang dalam keadaan chaos. Ia menekankan pentingnya produksi pangan dalam negeri untuk meredam ketergantungan pada impor.
“Karena kalau yang lain itu semua dari lokal ya. Jadi mudah mudahan makanya Pak Presiden concern. Ketahanan pangan agar walaupun di dunia chaos juga kita sudah mandiri pangan. Menghasilkan pangan dari dalam negeri,” pungkasnya. (raqib)

















