Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Baru Saja Dilantik, Satu Kades Mundur, Diduga Ditagih Uang Ganti Biaya Pilkades

KUNINGAN (MASS) – Kabar mengejutkan datang dari Kades Kalimanggiskulon Kecamatan Kalimanggis yang bernama Wahidi.

Kades yang dilantik pada tanggal 28 Desember 2021 itu mundur diduga karena ditagih  biaya Pilkades oleh penyokong dana.

Surat pengunduran diri Wahidi sudah diserahkan pada Jumat kepada bupati. Namun, keinginan mundur belum disetujui  masih diproses.

“Iya mundur. Belum diproses  baru sebatas surat pernyataan. Terkait alasan  mundur no koment heula,” ujar Kabid Pemdes DPMD Kuningan H Ahmad Faruk MSi sambil menyertakan gambar emoji ternyum, Sabtu (22/1/2022).

Sementara Camat Kalimanggis Yono R, mengatakan, kades mundur karena  ditagih uang biaya Pilkades oleh penyokong modal pada saat Pilkades.

“Kabarnya seperti itu yang saya terima. Perjanjian awalnya kalah tidak perlu diganti tapi kalau menang harus diganti,” ujar mantan Sekmat Selajambe itu.

Dari informasi yang diperoleh nilainya lebih dari Rp200 juta. Pihaknya menginginkan biaya itu dicicil saja tidak perlu mundur.

“Saya menyarankan dicicil saja kan kalau dibayar semua terlalu berat,” tandasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sekadar informasi Wahidi menang setelah mengalahkan incumbent Tatang.

Dengan hak pilih sebanyak 4.690 jiwa dan TPS Jumlah  sebanyak  11, pertarung di Pilkades Kalimanggiskulon terbilang bergengsi dan benar saja terjadi susul menyusul angka dalam perhitungan suara.  

Diluar dugaan Tatang kalah dari nomor urut 3 Wahidi. Tatang meraih suara 1.133. Sedangkan lawannya meraih 1.783. Untuk nomor urut 2 hanya meraih 571.

“Iya kalah Pak Tatang. Jumlah suara tidak sah hanya 56 suara,” ujar Camat Kalimanggis Yono kala itu. (agus)

3 Comments

3 Comments

  1. Roni

    23 Januari 2022 at 1:37 am

    Mengapa ada biaya sebanyak itu buat apa, heran ingin jadi kepala desa sampai menghabiskan dana begitu besar

    • Toto Herdianto

      23 Januari 2022 at 7:18 pm

      Itu sdh lumrah kang, itu sebenarnya biaya konsumsi tiap hari sampai menjelang hari H, dan ini bentuk penghormatan seorang calon kades kepada pendukungnya,masa pendukung yg datang ke calon kades dibiarkan begitu saja tanpa ada penghormatan, biasanya kl di kampung minimal kopi2 mah ada, nah itu masuk dlm biaya tak terduga

  2. Pingback: Setelah Bertemu Bupati, Kades Kalimanggiskulon Batal Mundur – Kuningan Mass

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

PD

PKB

Advertisement
Advertisement

Bank Kuningan

Advertisement

You May Also Like

Advertisement