KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menanggapi fenomena banyaknya warga Kuningan yang merantau ke kota-kota besar untuk mencari nafkah. Menurut Bupati Dian, merantau bukan semata karena minimnya lapangan pekerjaan di daerah, melainkan lebih merupakan tradisi dan karakter yang sudah berlangsung turun-temurun di kabupaten ini.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Dian saat menghadiri kegiatan di Terminal Tipe A Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, Rabu (25/3/2026). Ia menjelaskan kebiasaan merantau sudah menjadi bagian identitas sebagian warga Kuningan.
“Nggak juga ya. Karena yang saya sampaikan tadi ini rantau itu semacam tradisi karakter juga ya. Sebagian apa Kuningan itu memang dari turun temurun sudah jiwa rantau,” tandasnya.
Ia menegaskan kebiasaan ini bukan semata karena tidak ada pekerjaan di kampung halaman. Bupati Dian menambahkan peluang kerja di Kuningan sebenarnya masih terbuka. Pemerintah daerah tengah berupaya menarik investasi yang dapat membuka lapangan kerja baru.
Ia menyebutkan rencana dan komitmen untuk memfasilitasi investor yang akan menanamkan modal, salah satunya di sektor industri seperti pabrik sepatu.
“Lowongan pekerjaan saya kira relatif ya. Kuningan juga masih banyak terbuka. Apalagi tahun ini kita akan membuka investasi, akan membuka apa dimana kemarin investor akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup banyak untuk pabrik sepatu misalnya puluhan ribu juga,” tambahnya.
Menurutnya, investasi tersebut diharapkan mengurangi tekanan ekonomi dan memberi alternatif bagi warga yang ingin bekerja di dalam daerah. Meski demikian, Bupati mengakui tidak semua warga akan berhenti merantau. Ada sebagian masyarakat yang memang memiliki jiwa perantau dan memilih mencari pengalaman serta penghidupan di luar daerah.
“Dan saya yakin ketika ini dibuat juga ada sebagian tetap merantau. Ini kan karena sudah jiwanya seperti itu ya, begitu kira kira,” pungkasnya. (raqib)













