KUNINGAN (MASS) — Mengawali tahun 2026, Divisi HRD dan Personalia Yayasan Husnul Khotimah Kuningan menggelar kegiatan rutin bulanan Jalsah At-taakhi, Senin (5/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Husnul Khotimah 1 ini dihadiri oleh sivitas akademika Husnul Khotimah 1 dan Husnul Khotimah 2.
Perwakilan Divisi HRD dan Personalia, Ustadz Arsidi, M.Pd., menyampaikan bahwa Jalsah At-taakhi kali ini menjadi momentum penyampaian kabar baik menjelang semester kedua tahun ajaran berjalan.
“Menjelang semester ke-2 ini, Jalsah At-taakhi menjadi kabar gembira bagi para pegawai. Insya Allah, pada tahun ini akan ada pegawai yang memperoleh reward umroh, yang pelaksanaannya direncanakan pada Desember 2026,” ujarnya.
Daftar penerima reward umroh sebanyak 14 orang, kemudian dibacakan secara resmi oleh Sekretaris Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, H. Asep Saputra. Belasan pegawai tersebut berasal dari berbagai unit dan divisi.
Ustadz Arsidi menjelaskan bahwa reward umroh merupakan bagian dari sistem penilaian kinerja tahunan yang menjadi salah satu Standar Operasional Prosedur (SOP) HRD.
“Penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh SDM. Proses penilaian sepenuhnya dilaksanakan oleh para kepala divisi dan kepala unit masing-masing, sementara HRD berperan sebagai sistem pendukung dalam pelaksanaannya,” jelasnya.

Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya keteladanan (qudwah) sebagai fondasi pendidikan di lingkungan pesantren.
Menurutnya, karakter dan akhlak bersifat menular, sehingga disiplin dan sikap para pendidik serta pegawai akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter santri.
“Jangan berharap santri kita disiplin dan rajin beribadah jika kita sendiri tidak mencontohkannya. Disiplin harus menjadi budaya kerja kita,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan nilai budaya kerja IKHLAS, yang merupakan akronim dari Islami, Kolaboratif, Humanis, Loyalitas, Adaptif, dan Saintifik, sebagai pedoman etos kerja seluruh SDM Yayasan Husnul Khotimah.
Sementara itu, Plt HRD & Personalia Yayasan Husnul Khotimah, H. Maman Kurman, S.H., menyampaikan sejumlah arahan terkait kesiapan lingkungan menjelang kembalinya santri dari masa liburan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengantisipasi genangan air, serta melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi asrama akibat tingginya intensitas hujan.
“Pastikan lingkungan dan asrama dalam kondisi siap dan nyaman. Jika terdapat kebocoran atau kendala lain, agar segera ditangani sebelum santri kembali,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesabaran dan kepedulian para pengasuh dan pegawai asrama dalam menghadapi masa transisi pascaliburan santri.
Pada sesi penutup, Mudir Ma’had Pontren Husnul Khotimah 2, KH. Fauzi Muhammad Ali, Lc., menyampaikan taujiḥ yang menekankan makna pengabdian tanpa batas di lingkungan pesantren.
Ia mencontohkan teladan Khadimul Haramain Asy-Syarifain sebagai simbol pelayanan dan pengabdian penuh keikhlasan.
“Bekerja di pesantren bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan pengabdian kepada agama, ilmu, dan generasi umat masa depan. Semua itu dilakukan demi meraih keberkahan,” tuturnya.
Di sela kegiatan, beberapa pegawai penerima reward umroh turut menyampaikan rasa syukur. Ustadz Dani Afrizal, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian yayasan terhadap dedikasi pegawai.
“Jazakumullahu khairan jaza kepada Yayasan Husnul Khotimah Kuningan. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak pegawai yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ustadz Tata Sugiarta, S.Pd., yang berharap Yayasan Husnul Khotimah semakin maju dan konsisten memberikan apresiasi kepada SDM berprestasi.
Kegiatan Jalsah At-taakhi ditutup dengan suasana penuh syukur dan semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian serta pelayanan pendidikan di lingkungan Yayasan Husnul Khotimah Kuningan. (didin)








