KUNINGAN (MASS) – Lama tak terdengar, publik belum tahu bagaimana dan siapa yang akan menakhodai Baznas Kabupaten Kuningan.
Kita sekarang sudah di bulan ramadhan, namun pimpinan Baznas Kuningan belum juga dilantik, masih berproses.
Info yang beredar luas, lolos terpilih 10 orang kandidat untuk diseleksi kembali serta diajukan oleh Bupati menjadi 5 orang pimpinan Baznas Kuningan periode 2026-2031 kepada Baznas RI.
Secara umum publik tidak mengetahui bagaimana proses pemilihan 5 pimpinan Baznas Kuningan, apakah basisnya hak prerogatif bupati saja atau berdasarkan nilai 5 terbaik atau kombinasi keduanya atau lainnya.
Tidak seperti seleksi direktur PDAU yang sudah didapat kandidat direkturnya, dimana proses seleksi menyertakan skor individu para kandidatnya. Pada seleksi capim baznas, 10 kandidat tersaring disebut hanya sesuai nomer urut, tanpa mencantumkan nilai skor. Seharusnya, selain soal hak publik tentu itu bagian dari transparansi yang biasa didengungkan Bupati Kuningan.
Tentu publik hanya berharap, pimpinan baznas 2026-2031 diisi oleh individu yang berbobot, memiliki manajerial skill yang memadai serta mampu mengurai beragam masalah Sosial – Ekonomi – Lingkungan yang menjadi bagian berat problem kuningan.
Publik berharap Bupati mampu menunjukan sikap negerawan nya, ditengah apatisme publik yang membaca fakta 10 kandidat yang tersedia diisi para tim suksesnya.
Baznas adalah lembaga resmi yang strategis untuk mengelola sumber dana umat yaitu Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS). Butuh kepercayaan maksimal dari publik atau umat agar mereka tidak ragu atau terhambat kepercayaannya menitipkan ZIS. Serta agar proses pengumpulan dan penyaluran serta pertanggungjawabannya bisa dilakukan dengan profesional, amanah, tepat dan akuntabel.
Akhirnya, semuanya kembali pada Bupati apakah akan melakukan pendekatan obyektif ? subyektif – obyektif prosedural ? politik pragmatis ? atau obyektif – politik ? atau apapun itu untuk memilih dan mengajukan 5 kandidat pimpinan Baznas Kuningan periode 2026-2031.
Semoga pilihan pola dan racikan formulasi kepentingannya menjadi salah satu amalan terbaik Bupati Kuningan di bulan Ramadhan ini. Wallahu ‘alam
Iis Mukhlis
Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan
















