Toto Santosa Ungkap Sejarah Tugu PWI

KUNINGAN(MASS) – Pada tanggal 8 Februari 2020 di di Jalan Bojong-Linggarjati dilakukan pengecetan tugu Persatuan Wartawan Indonesia. Tugu ini berada samping sebuah hotel dan keberadaan jarang diketuhi oleh warga Kuningan.

Padahal, pembangunan tugu di kawasan dekat Gedung Naskah Linggarjati itu menyimpan sejarah. Tugu ini pun tidak sembarang tugu karena  menunjukan kiprah  organisasi  wartawan di Kuningan. Jurnalis  menjadi pilar ke empat dalam demokrasi.

Menurut Ketua PWI Jabar Koordinator Ciayumajakuning Toto Santosa, yang saat itu menjabat  ketua pada tahun 1991, sekitar 29 yang lalu tepatnya pada Februari 1991-2020 atau  menjelang peringatan 45 tahun Perundingan Linggarjati

Pemda Kuningan dibawah pimpinan Bupati Drs H Subandi, memprogramkan Kuningan Asri dengan kiri kanan jalan protokol penuh dengan aneka bunga.

Adanya program tersebut PWI  ingin ambil bagian dengan membuat taman dan tugu PWI  di jalur wisata Linggarjati. Tentu keinginan itu  didiskusikan dengan Kades Linggarjati Eno Kusnadi dan Camat Cilimus yang saat itu dijabat Drs H Aman Suryaman.

“Keduanya menyambut baik dan sangat setuju dan dipilihkan lokasinya seperti yang sekarang berdiri,” tandas Toto membuka cerita.

Mendapat sambutan positif dari Kades dan Camat Cilimus bahkan lokasinya sudah ditentukan,  pengurus PWI  menghadap bupati kemudian dibuatkan surat permohonan sponsorship kepada PT Djarum Kudus.

“Kami bikin surat untuk djarum, diketahui dan ditandatangani bupati lengkap dengan stempel Pemda Kuningan, ” tutur pria yang malang melintang jadi wartawan itu.

Tak lama kemudian,  tiga orang pengurus PWI  yang terdiri dari Ketua  Toti Santosa,  Sekretaris Wawan Hermawsn jr  dan Bendahara Willy Kusumah berangkat ke Kudus membawa surat tersebut.

Pihak PT Djarum Kudus menyambut baik dan siap memberikan dana Rp2 juta, melalui perwakilannya di Cirebon.

Pembuatan taman dan tugu PWI  mulai dikerjakan yg seluruhnya atas bantuan dan peran Kades Linggarjati Eno Kusnadi. Satu bulan pengerjaan proyek selesai, dengan taman ukuran 1.5 meter x 7 meter ditanami berbagai tanaman hias warna warni.

Sedangkan tugu PWI  ukuran tinggi 1,5 x 1 meter persegi, dicat warna memiliki dua muka yakni logo PWI dan sebelahnya Djarum Super.

“Berdasarkan kesepakatan bersama antara pwi dan desa, guna pengurusan dan pemeliharaan selanjutnya, pwi menyerahkannya kepada Desa Linggarjati,” ujarnya.

Terpisah, Ketua PWI Kuningan Iyan Irwandi mengaku, keberadaan tugu tentu menyimpan sejarah, terlebih kawasan linggar jati merupakan kawasan bersejarah bagi Indonesia.

Untuk itu pihaknya akan selalu merawat tugu dan keberadaanya wajib diketahui terutama oleh wartawan yang berada di naungan PWI. (agus)