Lengah, Nyawa Dede Taruhannya

KUNINGAN (MASS)- Setiap profesi pasti ada resiko. Begitu juga dengan Dede Juliansyah. Lajang yang berusia 26 tahun ini profesinya penuh dengan resiko. Bahkan, resikonya adalah kematian, karena Dede harus ‘menaklukan’ belasan ular berbirsa ketika ia mentas di atas pangggung.

Ya, sejak tahun 2014 anak bungsu dari tiga bersaudara itu selalu bergelut dengan resiko. Ia memutuskan menjadi pawang ular dan menghibur warga. Kepuasaan bagi dirinya adalah ketika penonton tergakum-kagum melihat pertunjukan ular berbisa.

“Ada 15 ular berbisa yang saya tampilkan setiap aksi dan yang terbesar adalah king kobra. Saya menggeluti profesi ini karena senang dengan tantangan,”  ujar  Dede mengawali pembicaraan di rumah Makan J&J Desa Bojong Kecamatan Cilimus, Selasa (3/6/2018).

Ia mengaku, prosfesi ini sangat berbahaya karena lengah sedikit pun nyawa taruhannya. Tapi, sebagai manusia beriman ia yakin hidup mati seseorang sudah ditentukan oleh yang maha kuasa. Dede hanya fokus bekerja dan tidak lupa untuk selalu berdoa.

Diterangkan, selama empat tahun ini pekerjaannya tidak selalu mulus dilakukan. Sebagai bukti ketika disatu pertunjukan ular berbisa tersebut menyerang dan menggigit. Untungnya, gigitan ular tidak tembus ke kulit lengan karena terlahalng pakaian.

“Kalau sampai terkena tentu saya harus dibawa ke rumah sakit dan serum racun ada di rumah sakit, “ujar Dede sambil mengenang kejadian itu.

Dede mengaku, pada saat musim hajatan seperti ini pesanan untuk mentas membludak. Bahkan, usai lebaran ia harus pentas siang malam. Bahkan, Selasa siang pun ia usai mentas di kawasan Cilimus dan pentas itu sukses.

Mengenai tarif pentas, Dede menyebutkan, Rp1,5 juta untuk pentas siang malam. Untuk pentas beberapa jam harga lebih murah. Berapa jam pesenan konsumen Dede selalu bersifat profesional karena setiap profesi harus dikerjakan dengan baik.(agus)

 

 

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com