Jelang Idul Adha, Harga Sayur Mayur Naik

KUNINGAN (Mass) – Mendekati hari raya Idul Adha 1437 H, harga sejumlah bahan sembako khususnya komoditas sayuran di pasar tradisional alami kenaikan. Misalnya saja jenis sayuran cabe merah, bawang merah, cabe rawit dan kentang masing-masing naik dengan harga yang cukup bervariatif.

Pantauan di lokasi pasar tradisional, kenaikan harga sejumlah sayur mayur diduga akibat pasokan berkurang dari tingkat distributor. Bahkan, selain harga cabe merah dengan harga jual dari kisaran Rp25 Ribu perkilo kini dijual seharga Rp60 Ribu perkilogramnya, komoditas sayur mayur lainnya juga ikut mengalami kenaikan.

Harga sayuran lain seperti bawang merah yang tadinya dijual Rp35 Ribu perkilonya, kini harganya bisa mencapai Rp50 Ribu perkilo. Lalu, harga cabe rawit dari harga Rp25 Ribu kini dijual dengan harga Rp30 Ribu perkilonya, kentang naik menjadi Rp18 Ribu dari sebelumnya hanya Rp12 Ribu perkilo.

Salah seorang pedagang Pasar Kepuh Kuningan, Iroh kepada awak media saat ditemui di lokasi pasar, Kamis (8/9), mengaku sejak tiga hari yang lalu memang harga sayur mayur mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Ini akibat pasokan berkurang, dan harga kebutuhan pokok jadi tinggi.

“Ya akhirnya karena harga naik, omzet setiap harinya menurun drastis karena para pembeli berkurang. Kenaikan harga sayur mayur juga karena pasokan saat ini berkurang,” ucapnya.

Sementara itu, naiknya harga kebutuhan pokok membuat warga kerepotan akibat mahalnya sayur mayur yang terus melambung tinggi. “Iya sayur sekarang mulai mahal-mahal. Mungkin karena mau lebaran haji ya, Idul Adha jadi pada naik,” kata salah seorang pembeli, Ehat.

Sebagai warga masyarakat, Ehat berharap pemerintah bisa menekan angka kenaikan bahan-bahan kebutuhan pokok rumah tangga, khususnya sayur mayur.

“Ya kami sih berharap kepada pemerintah untuk menstabilkan kembali harga kebutuhan pokok. Karena sayur mayur merupakan kebutuhan sehari hari untuk memasak,” harapnya.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com