Bulan Puasa Ajang Perang Baliho dan Spanduk

KUNINGAN (Mass)- Bulan puasa ternyata bukan hanya sebagai ajang untuk meningkatkan amalan. Tapi juga bagi beberapa pihak bulan ini jadikan untuk “promosi” ke masyarakat.

Sebagai bukti disetiap titik banyak bermunculan spanduk dan baliho. Mulai dari bupati, wakil bupati, Ketua DPRD, calon bupati/wakil bupati, ketua partai, anggota DPR RI/DPRD hingga ketua ormas.

Bukan karena tahun 2018 menjelang pilkada, tapi memang setiap tahun seperti ini. Mareka memajang agar diketahui oleh wargaperantau karena banyak warga perantau pada saat puasa dan lebaran memilih mudik.

Dampak negatif dari banyak baliho adalah Kuningan terlihat kotor dan semerawut. Bahkan, banyak yang memasang baliho kecil yang dipaku ke pohon. Hal ini membuat pohon cepat rusak.

“Memang memasang spanduk dan baliho pada puasa hingga lebaran merupakan promosi murah meriah karena akan mudah dikenal terutama oleh perantau,” ucap Nana Rusmana salah seorang warga kepada kuninganmass.com.

Ayah satu anak ini berharap para pemasang baliho dan spanduk lebih memikirkan estetika sehingga tampak rapih. Bukan hanya itu, pemerintah pun harus mengatur lokasi-lokasi mana yang bebas dan diperbolehkan.

Sementara itu ketika kuninganmass.com mencoba mengkofirmasi kepada Kepala Satpol PP Kuningan Indra Purwantoro SIP mengenai banyakanya spanduk dan baliho, apakah akan dilakukan penertiban. Namun, pesan yang dikirim oleh kuninganmass.com belum mendapatkan respons. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com