Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Government

Anggota Dewan Tak Kenakan Masker saat Bagikan Takjil

KUNINGAN (MASS) – Aturan wajib mengenakan masker di hari ke 6 PSBB, rupanya masih dilabrak oleh sebagian masyarakat Kuningan. Bahkan di Jl RE Martadinata Cijoho kemarin sore, peraturan tersebut diduga dilanggar oleh salah seorang anggota dewan yang tugas kesehariannya membuat aturan.

Sore itu seorang legislator dari Partai Nasdem, H Chartam Sulaiman menggelar aksi bagi-bagi takjil di jalan raya. Namun banyak orang melihat, ia tidak mengenakan masker apalagi sarung tangan. Bahkan foto bergambar dirinya yang tak mengenakan masker, menyebar cukup cepat dikalangan orang-orang tertentu sejak tadi malam.

“Ini sangat disayangkan. Aturannya saya kira sudah sangat jelas. Pakai masker itu wajib. Ini kok anggota dewan sendiri yang melanggarnya. Padahal kita tahu tugasnya itu membuat aturan. Betul-betul memberi contoh yang tidak baik,” kata Abdul Haris SH, seorang praktisi hukum, Senin (11/5/2020).

Kalau seperti itu, ia merasa khawatir masyarakat akan meneladani wakil rakyatnya sebagai panutan. Dengan melabrak aturan PSBB, mereka bisa leluasa tanpa perlu takut sanksi pidana. Meski ada tulisan sanksi kurungan setahun, masyarakat akan menganggapnya sebagai gertakan semata.

“Saya tak perlu lagi menerangkan lah, aturannya seperti apa. Udah pada gede. Kan ada contohnya juga, ada yang memaksa bergerombol mengadakan kegiatan, lalu ditangkap paksa oleh aparat,” ketusnya.

Penegakan hukum tersebut penting lantaran peperangan sekarang itu dengan musuh virus yang tak terlihat. Tanpa masker, rantai penularan tidak akan terputus. Peluangnya besar terjadi penularan antar orang.

“Kalau begitu, covid-19 gak berakhir-berakhir dong. Duh kok masih saja ada orang yang belum ngerti ya,” imbuh Haris sambil geleng-geleng kepala.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia meminta tolong kepada para wakil rakyat agar memberi contoh yang baik kepada rakyatnya. Jika terjadi kasus seperti di Cijoho, mestinya wakil rakyat lain mengeluarkan teguran atau somasi. Sebab dari perilaku seorang akan berimbas kepada semua orang di parlemen daerah.

“Pak Chartam itu lebih baik lockdown padahal, daripada dicemooh orang,” tandasnya.

Terpisah, Chartam Sulaiman sempat dikonfirmasi kaitan dengan kegiatannya tanpa mengenakan masker. Ia mengaku lupa kala itu. Namun pada adegan tertentu, dirinya pun mengenakan masker seraya memperlihatkan bukti fotonya.

“Lupa pake, tapi ada yang pakai masker,” jawab mantan calon wakil bupati beberapa waktu silam itu kepada kuninganmass.com.

Sedangkan dalam menangkis semua komentar yang mempersoalkannya, Chartam tidak mengeluarkan tanggapan yang panjang lebar.

“Tanggapan saya normatif, dalam arti manusia dilahirkan tidak sempurna, yang penting tidak merugikan orang,” tandasnya. (deden)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Salah seorang Crazy Rich Kuningan yang kebetulan duduk di parlemen daerah, H Chartam Sulaiman, tengah dilanda musibah. Ia kini menjalani perawatan...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Satu pernyataan cukup nyeleneh tapi masuk akal terlontar dari salah seorang anggota DPRD Kuningan, Susanto. Politisi PKB ini menduga, Kuningan juara...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kabar mengejutkan muncul dari gedung DPRD Kuningan. Dua legislator dikabarkan terpapar Covid-19. Tak heran jika terhitung Senin (11/1/2021) ini, gedung tersebut...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kedudukan DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ketentuan ini menegaskan bahwa DPRD merupakan salah...

Advertisement