Anak Tuna Netra di Kuningan Rasakan Pengalaman Berenang Pertama di Hotel Warisan Alm Acep Purnama

KUNINGAN (MASS) – Suasana penuh keceriaan terasa di kolam renang Hotel Purnama Mulia, Sabtu (12/4/2026) pagi. Tawa riang anak-anak penyandang tuna netra dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan menggema, menandai momen berharga bagi mereka.

Kegiatan yang digagas oleh sebuah komunitas sosial ini menjadi pengalaman pertama berenang bagi sebagian peserta. Tidak sekadar rekreasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan diri bagi anak-anak.

Salah satu pendamping, Hj Evi Sovia Marzuki, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan kebahagiaan yang setara bagi semua anak.

“Kami hanya ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya,” ujar Evi.

Ia menjelaskan, di tempat tersebut anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar dan berkembang dengan cara mereka sendiri. Berbagai aktivitas turut dilakukan, seperti permainan sambung ayat yang melatih kemampuan ingatan dan kepercayaan diri.

Lebih lanjut, Evi mengungkapkan setiap akhir pekan anak-anak rutin mengikuti beragam kegiatan pembelajaran. Mulai dari membaca huruf braille, menghafal ayat suci, hingga bermain alat musik.

Menariknya, para pengajar dalam program ini juga merupakan penyandang tuna netra. Hal ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi sesama.

Program tersebut kini telah menjangkau berbagai kalangan, mulai dari anak usia sekolah hingga mahasiswa. Ke depan, pihak penyelenggara berharap semakin banyak anak tuna netra yang dapat merasakan kesempatan serupa bukan sebagai tuntutan, melainkan sebagai harapan sederhana akan kesetaraan.

Di sisi lain, dukungan penuh datang dari pemilik Hotel Purnama Mulia, Andrian Purnama. Ia menyediakan fasilitas tanpa syarat, bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial. “Ini murni kemanusiaan,” ucapnya sembari mengenang Alm Acep Purnama, ayahnya, yang sejak dulu menanamkan arti berbagi tanpa pamrih.

Kepedulian tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk turut memberikan perhatian dan dukungan, sehingga semakin banyak anak tuna netra yang memperoleh ruang untuk belajar, bermain, dan berkembang. (didin)