Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Politics

Acep-Edo Kawin Paksa? Acep: Siapa Bilang

KUNINGAN (MASS) – Keputusan DPP PDIP terkait rekomendasi calon bupati dan wakil bupati untuk paket H Acep Purnama-M Ridho Suganda dianggap sejumlah kalangan sebagai bentuk kawin paksa. Namun justru hal itu ditangkis oleh Acep sendiri selaku calon bupati incumbent.

“Siapa bilang? Tak ada istilah kawin paksa,” tegas Acep saat ditanya awak media usai Rakercabsus di RM Lemba Ciremai, Sabtu (23/12/2017).

Orang nomor satu di kota kuda ini mengatakan, soal paket pasangan sudah klir. Sebab Rakercabsus merupakan forum resmi yang didalamnya mengabarkan nama pasangan yang direkomendasi yaitu Acep-Edo.

“Kalau dinamika yang terjadi, perbedaan, kompetisi, itu wajar. Layak kita lalui bersama. Kita sadari sebagai bentuk pendewasaan. Setelah keputusan ini semua sadar kembali mengerucut pada poros DPC PDIP,” ucapnya.

‘Acep-Edo Maju Sajati’ ini menurut Acep semua sudah satu suara. Ditegaskannya, PDIP sudah punya pengalaman. Dulu hatrick ketigakalinya. “Insya Allah sekarang hatrick ke 4 akan kita lakukan,” tandas Acep optimistis.

Soal koalisi, ia mengatakan sedang dibangun. Upaya menarik partai lain untuk bergabung, termasuk ormas, LSM, komponen masyarakat, tokoh masyarakat dan komponen lainnya.

“Kita cari simpati, toh niat kita gak macem-macem. Hanya satu membangun Kuningan. Sementara ini kelihatannya NasDem dan PPP yang akan bergabung. Kalau partai non parlemen terus berjalan,” sebutnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menyikapi wacana Koalisi Besar yang digagas partai non PDIP, ia melontarkan pernyataan diplomatis. “Semua partai, kita hidup berorganisasi, partai, tujuannya agar gimana menempatkan kadernya di jabatan strategis di bidang pemerintahan, ketokohan dan lainnya. Tentu untuk berkiprah, berbakti kepada masyarakat, konstituen,” ungkap dia.

Sehingga menurutnya wajar apabila partai lain pun ingin menjadikan kadernya untuk menempati posisi strategis. Semisal jabatan bupati, wabup, bahkan kepala desa. Sebab setelah kekuasaan di tangan maka kader tersebut bisa menerapkan visinya.

“Tapi apapun yang terjadi, kita harus memenangkan. Saya harus siap menghadapi berbagai kemungkinan. Kan baru kemungkinan. Insya Allah jadi kenyataan PDIP yang akan menang,” pungkasnya. (deden)

 

 

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement