Perempuan Bangsa Kabupaten Kuningan Gelar Muscab, Ditarget untuk Tambah Kursi Legislatif dari Kalangan Perempuan

KUNINGAN (MASS) – Perempuan Bangsa Kabupaten Kuningan -organisasi sayap partai PKB-, menggelar Musyawarah Cabang di Wisma Permata Kuningan, Sabtu (7/11/2026) pagi ini.

Selain dihadiri puluhan kader Perempuan Bangsa, hadir langsung Ketua DPC PKB Kuningan H Ujang Kosasih. Kegiatan juga dihadiri Ketua DPW Jawa Barat Perempuan Bangsa, Hj Yuningsih, yang sekaligus membuka kegiatan.

“Secara resmi Musyawarah Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Kuningan dengan membaca basmalah, saya buka,” kata Hj Yuningsih, saat membuka acara.

Pasca kegiatan, Ketua DPC PKB Kuningan H Ujang Kosasih, berharap Perempuan Bangsa sebagai badan otonom partai, bisa menuntaskan Muscab ini dengan sebaik-baiknya, dan sedemokratis mungkin.

Nantinya, siapapun yang terpilih menjadi Ketua Perempuan Bangsa yang didampingi Sekretaris dan Bendahara diharapkan mampu mensinergikan, mensolidkan jajaran kepengurusan hingga akar rumput.

“Perempuan bangsa diharapkan jadi penopang kebesaran dan keberhasilan PKB, perempuan kan punya jejaring yang luas eksternal dan internal,” ucapnya.

Lelaki yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kuningan itu kemudian disinggung soal proporsi perempuan dalam politik PKB. Ujang membanggakan, anggota Dewan terpilih PKB Kuningan sudah mencapai 40%, lebih tinggi dari target 30% keterlibatan perempuan.

Tidak hanya itu, H Ujang bahkan mentargetkan kepada Perempuan Bangsa, bisa memperbesar keterlibatannya dalam politik, hingga mencapai 50% kursi PKB. Tahun 2029 sendiri, PKB mentargetkan total 10 kursi di legislatif daerah.

Sementara, Ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Kuningan, Hj Neneng Hermawati, menjelaskan agenda Muscab ini meliputi sidang-sidang pleno yang berisi LPJ kepengurusan lama hingga pemilihan ketua baru.

Diakuinya, kepengurusan Hj Neneng harusnya berakhir pada tahun 2027 mendatang. Hanya saja, kebijakan penyeragaman SK membuat Muscab Perempuan Bangsa digelar serentak pada tahun 2026 ini.

“Alhamdulillah kalo masalah program sudah jalan sesuai dengan agenda awal, pertama membuat struktur hingga DPAC. Kedua punya pelatihan, komunitas perempuan kita aktif di berbagai event sosial dan kemanusaian, ” kata Hj Neneng, saat ditanya apakah percepatan Muscab membuat progran tertunda atau tidak.

Terakhir, Hj Neneng berharap setelah Muscab nanti ada ketua baru yang bisa menyelesaikan program yang sudah dicanangkan di sidang pleno. Disinggung apakah akan kembali menjadi Ketua Perempuan Bangsa, Neneng bilang keputusan tersebut diatur DPP Perempuan Bangsa.

“(Sesuai apa yang disampaikan Ketua PKB Kuningan, Perempuan Bangsa kedepan) Kita punya target PKB harus 5 kursi dari perempuan, sekarang sudah 3 tinggal 2 lagi,” kata Hj Neneng. (eki)