Pesan Sekda Kuningan di Wisuda UNISA ke-XI

KUNINGAN (MASS) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U Kusmana MSi, mengingatkan para lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan gelar akademik dalam menghadapi tantangan masa depan. Para sarjana dan magister dituntut memiliki karakter tangguh, kemampuan beradaptasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Sekda saat menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-XI Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan di Diva Convention Hall, Kabupaten Kuningan, Sabtu (7/11/2026).

Pada kesempatan itu, Sekda membacakan sambutan Bupati Kuningan yang berisi apresiasi sekaligus pesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar menjadikan capaian akademik sebagai awal pengabdian kepada masyarakat.

“Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar akademik, baik magister maupun sarjana di berbagai kejuruan Universitas Islam Al-Ihya Kuningan,” tuturnya.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, serta doa dan dukungan berbagai pihak, terutama orang tua dan para dosen.

Ia menegaskan, para lulusan UNISA merupakan kebanggaan keluarga, masyarakat, sekaligus Kabupaten Kuningan. Kehadiran sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter Islami dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Namun demikian, Sekda mengingatkan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Gelar akademik yang saudara peroleh hari ini bukan sekedar simbol kecerdasan intelektual, melainkan amanah besar untuk berkontribusi nyata bagi agama, masyarakat, negara dan daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran lulusan perguruan tinggi Islam di tengah perkembangan teknologi dan perubahan global yang berlangsung cepat, termasuk revolusi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pendidikan tinggi Islam, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk menyatukan ilmu dan iman, kecerdasan intelektual dan akhlak, serta penguasaan teknologi dengan kearifan spiritual.

“Kita tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Itulah karakter yang saya yakini melekat pada para lulusan Universitas Islam Al-Ihya: ilmuwan yang beriman, profesional yang berakhlak, dan pemimpin yang berjiwa pengabdian,” ungkapnya.

Sekda juga mendorong para lulusan agar tidak sekadar berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka diharapkan mampu menciptakan peluang kerja, menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, serta memberikan inspirasi positif di lingkungan masing-masing.

“Jadilah generasi yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja, membawa solusi atas persoalan di tengah masyarakat, serta menebarkan inspirasi positif di mana pun berada,” pesannya.

Selain kemampuan beradaptasi, para wisudawan juga diingatkan untuk terus belajar dan berinovasi. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya gelar akademik, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Ia turut mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan peran dan doa orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka. Kesuksesan yang diraih diharapkan dapat menjadi kebahagiaan bagi keluarga sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Ilmu tanpa amal adalah sia-sia, dan amal tanpa keikhlasan adalah hampa,” pesannya.

Diketahui, Wisuda ke-XI UNISA Kuningan tahun ini diikuti sebanyak 231 lulusan dari 14 program studi jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2). Program studi tersebut mencakup berbagai bidang keilmuan, mulai dari pendidikan, keagamaan, kesehatan, hingga teknik. (didin)