Usung Tema Lokal “Wantun Wirahma Si Windu”, Kuningan Jadi Tuan Rumah Festival Musik Tradisi Indonesia 2026

KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026, sebuah agenda kebudayaan nasional yang mempertemukan kekayaan musik tradisi dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema global “Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara”, FMTI hadir sebagai ruang perjumpaan antara tradisi dan inovasi, sekaligus upaya memperkuat keberlanjutan musik tradisi sebagai bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Setelah diselenggarakan di Bogor, Wonosobo, Maumere, dan Makassar, FMTI 2026 kini memasuki penyelenggaraan kota kelima, yakni Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kehadiran FMTI di Kuningan menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan musikal masyarakat setempat, mempertemukan pelaku seni lintas generasi, serta membuka ruang dialog antara warisan tradisi dan kemungkinan penciptaan musik masa kini.

Wantun Wirahma Si Windu: Keberanian yang Berpijak pada Akar Budaya

FMTI Kuningan mengangkat tema lokal “Wantun Wirahma Si Windu”. Tema ini berangkat dari tiga kata yang memiliki kedalaman makna dalam konteks kebudayaan Kuningan. Wantun bermakna keberanian—sikap untuk terus bergerak, mencipta, dan menghadapi perubahan. Wirahma merujuk pada irama, ritme, tempo, dan keselarasan yang menjadi fondasi dalam musik. Sementara itu, Si Windu merujuk pada kuda perang Pangeran Adipati Ewangga, yang menjadi simbol ketangguhan, kesetiaan, dan semangat perjuangan.

Ketiganya dirangkai menjadi gagasan tentang keberanian untuk melangkah maju tanpa kehilangan irama dan akar kebudayaan. Musik tradisi tidak seharusnya berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan terus hidup, berkembang, dan menemukan relevansinya dalam kehidupan masyarakat hari ini.

Filosofi tersebut diterjemahkan melalui identitas visual FMTI Kuningan. Figur kuda berwarna jingga menjadi representasi energi, keberanian, kehangatan, dan semangat inovasi. Kuda merepresentasikan kekuatan, kelincahan, dedikasi, serta daya juang. Sementara garis dan bidang geometris menggambarkan ketukan, pola, ritme, dan harmoni sebagai elemen dasar musik.

Warna jingga menghadirkan kesan dinamis, optimistis, dan penuh energi. Secara keseluruhan, logo menjadi simbol pertemuan antara kekuatan tradisi dan semangat pembaruan.

Tiga Program Utama FMTI 2026
1. Seminar dan Diskusi Musik

Program ini melibatkan budayawan, peneliti, seniman, tokoh adat, serta generasi muda untuk membicarakan musik tradisi dari berbagai perspektif. Pembahasan diarahkan pada musik tradisi sebagai pengetahuan lokal, identitas budaya, praktik pewarisan antargenerasi, serta sumber inspirasi bagi penciptaan musik kontemporer. Melalui forum ini, musik tradisi ditempatkan bukan hanya sebagai praktik artistik, melainkan juga sebagai pengetahuan yang menyimpan nilai, sejarah, pandangan hidup, dan kearifan masyarakat pendukungnya.

2. Pemberian Piagam Apresiasi

FMTI 2026 memberikan penghargaan kepada individu maupun komunitas yang memiliki kontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan musik tradisi. Apresiasi diberikan kepada tiga kategori, yaitu Penjaga Musik Tradisi, Penggerak Ekosistem Musik Tradisi, dan Penggerak Tata Kelola FMTI. Program ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja-kerja kebudayaan yang berlangsung secara konsisten di tengah masyarakat, sekaligus penghormatan kepada mereka yang menjadi bagian penting dari keberlanjutan musik tradisi.

3. Pertunjukan Musik Tradisi dan Inovasi

Pertunjukan menjadi ruang utama untuk memperkenalkan kekayaan bunyi, instrumen, nyanyian, ritme, dan praktik musikal yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Berbagai kelompok musik tradisi dan komunitas kreatif mendapat kesempatan menampilkan identitas musikalnya, sekaligus memperlihatkan kemungkinan dialog antara tradisi dan inovasi. Pertunjukan tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga ruang pertukaran gagasan, eksperimen, dan penciptaan karya baru.

Menghadirkan Ragam Ekspresi Musik dari Berbagai Komunitas

FMTI Kuningan 2026 menghadirkan sejumlah kelompok dan musisi yang merepresentasikan keragaman ekspresi musik tradisi maupun perkembangan musik berbasis lokalitas. Para penampil yang akan meramaikan panggung FMTI Kuningan adalah:

  • Mangun Langgeng
  • Putra Pusaka
  • Swaralokananta
  • Emuday (Papua Tengah)
  • Pusaka Arya Kamuning 3
  • Gugun Gomex & Friends
  • Merinding Disco ft. Ausisme
  • Wihendar Local Musica

Bintang tamu: Bungsu Bandung

Kehadiran para penampil memperlihatkan bahwa musik tradisi memiliki ruang ekspresi yang luas. Ia dapat hadir melalui bentuk musikal yang diwariskan secara turun-temurun, bertransformasi melalui eksplorasi kreatif, maupun berdialog dengan berbagai genre musik masa kini. Pertemuan berbagai kelompok ini diharapkan membangun apresiasi yang lebih luas terhadap keragaman musik Indonesia sekaligus memperkuat jejaring antarkomunitas musik tradisi.

FMTI 2026: Agenda Kebudayaan Nasional di Sepuluh Daerah

Festival Musik Tradisi Indonesia 2026 merupakan rangkaian agenda kebudayaan nasional yang diselenggarakan di sepuluh daerah di Indonesia, yaitu Bogor, Wonosobo, Maumere, Makassar, Kuningan, Aceh Tengah, Mataram, Pontianak, Bengkulu, dan Tanah Datar.

Dengan tema global “Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara”, rangkaian festival ini mempertemukan berbagai praktik musik tradisi dari beragam wilayah, membaca kembali kekayaan musikal Nusantara, serta membuka kemungkinan kolaborasi dan inovasi tanpa melepaskan akar kebudayaan masing-masing daerah. Melalui penyelenggaraan di sepuluh wilayah tersebut, FMTI diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat posisi musik tradisi dalam ekosistem kebudayaan nasional.

Kolaborasi untuk Keberlanjutan Kebudayaan

Penyelenggaraan Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 terselenggara atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesia Raya dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2026.

Dalam pelaksanaannya, Perkumpulan Sanggar Setyo Langen Budoyo bertindak sebagai penerima manfaat program, dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai mitra kolaborasi dalam penyelenggaraan FMTI Kuningan.

Kolaborasi ini merupakan wujud nyata penguatan ekosistem kebudayaan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari komunitas seni, pelaku musik tradisi, masyarakat luas, hingga pemerintah daerah. FMTI tidak hanya dimaknai sebagai panggung pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan, pertukaran pengetahuan, kolaborasi, apresiasi, dan penguatan keberlanjutan musik tradisi di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui FMTI Kuningan 2026, musik tradisi diharapkan tidak hanya dikenang sebagai warisan, tetapi terus dimainkan, dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Tradisi bukanlah sesuatu yang berhenti di masa lalu. Tradisi adalah denyut kehidupan yang terus menemukan iramanya di masa kini dan masa depan.”

Informasi Kegiatan
Nama kegiatanFestival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 Kabupaten Kuningan
Tema nasionalMerajut Bayang-Bayang Musik Nusantara
Tema lokalWantun Wirahma Si Windu
Hari/tanggalSabtu, 07 November 2026
Waktu16.00 – 22.00 WIB
TempatLap. Pandapa Paramartha, Kuningan

(eki/rl)