KUNINGAN (MASS) – Hj Ela Helayati atau yang akrab disapa Bunda El, istri Bupati Dian Rachmat Yanuar, dan Ika Siti Rakhmatika alias Bunda Ika, berpotensi bakal bersaing dengan ketat dalam suksesi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan kedepan.
Pasalnya, hingga saat ini, persaingan untuk berebut kursi Ketua PMI Kuningan, masih berkutat diantara keduanya. Bunda Ika sebagai petahana Ketua PMI, sementara Bunda El sebagai satu-satunya -hingga saat ini- yang sudah secara resmi mencalonkan diri untuk kontestasi ke panitia Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kuningan.
Hal itu diamini panitia Muskab PMI Kuningan Agus Maulidin. Ia menjelaskan, proses Muskab saat ini tengah berjalan dengan target akan diselenggarakan pada 16 November 2026 mendatang. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu terbentuknya pengurus definitif PMI tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Sekarang formateur Provinsi sedang mengatur (untuk membentuk pengurus definitif, kita sudah bersurat berapa kali tinggal menunggu. Sampai saat ini masih dua (kandidat) Bunda Ela dan Bunda Ika,” kata Agus, kala diwawancarai pasca kegiatan di aula Bank bjb Cabang Kuningan, Selasa (3/11/2026).
Selain dua bunda tersebut, ditanyakan juga apakah Tuti Andriani, Amih Wabup, nyalon atau tidak. Namun ternyata secara AD/ART pimpinan daerah tidak boleh menjadi Ketua PMI Kuningan. Kalo pasangannya boleh (alasan Bunda El tidak dilarang).
Agus kemudian ditanya, sebenarnya apa saja yang harus dilanjutkan kepemimpinan selanjutnya? ia menjawab normatif. Agus bilang ketua sebelumnya, Bunda Ika – sang petahana- sebenarnya melakukan capaian-capaian yang baik seperti mengurus ijin operasional, rehab gedung, perbaikan manajemen kepegawaian restruktuisasi keuangan, penambahan asset kendaraan, jalan baru dll.
“Mudah-mudahan di kepengurusan selanjutnya lebih baik, terutama ketersediaan darah,” kata Agus.
Ia bilang, kebutuhan stok darag PMI Kuningan mencapai 2.000 labu dalam sebulan. Dan untuk memenuhi kebutuhan itu, karyawan UDD setiap hari ke lapangan.
Di akhir, Agus kembali ditanya soal Muskab. Ia menjelaskan, Muskab targetnya maksimal digelar pada bulan Desember mendatang, meskipun hingga saat ini, rencana belum berubah untuk tanggal 16 November 2026. Agus sendiri bilang, pihak panitia selalu siap karena memang persiapannya sudah panjang.
Sementara, Bunda Ika Siti Rahmatika yang kebetulan berada dalam kegiatan yang sama di aula Bank bjb Cabang Kuningan, saat dikonfirmasi pencalonan, tidak membantah juga tidak menjawab lugas membenarkan. Ia hanya minta lihat saja nanti dalam momen yang tepat. (eki)
